Every Little Thing [oneshoot]

Lee Sooman menyuruh Kyuhyun dan Seohyun membuat gebrakan untuk konser SM Town terakhir mereka di New York./“—YAH, IDE BAGUS SHIM CHANGMIN SEKALIAN SAJA KAU BAWA RANJANGMU ITU KE ATAS PANGGUNG!”/ ekh?

Every Little Thing

Cho Kyuhyun and Seo Joohyun

Standar disclaimer applied

2012©Ninischh

Present

.

VAN itu berhenti. Leeteuk selaku leader dan member tertua melirik ke member lainya, memastikan apakah mereka sudah siap atau belum. Pandanganya yang menusuk dengan senyum geli yang terpampang di wajahnya sungguh tak pas.

“Apa?” ujar Eunhyuk yang jengah diperhatikan dengan pandangan seperti itu. Leeteuk mendengus kecil sebelum berujar, “Kalian siap?”

Hampir seluruh member langsung memperbaiki penampilan mereka. Sebut saja Donghae, yang memakai topinya di kepala dan meletakan sedemikian rupa hingga menurutnya cocok. Lalu Yesung yang menyingkirkan debu dari bajunya dan Ryeowook, oh, pemuda itu bahkan meraih kaca dan bercermin.

“Gaya kalian seolah hendak berjalan di catwalk saja,” gerutu Sungmin heran. Eunhyuk melirik ke arah pemuda itu seraya berkata, “Ya, hyung. Airport itu satu-satunya catwalk bagi penyanyi macam kita begini. Berbusanalah sekeren mungkin!” belanya.

“Nah, semua sudah siap, kan?” kata Leeteuk lagi, memastikan untuk yang terkahir kalinya. Tangan member Super Junior yang paling tua itu sudah siap di pintu van untuk segera membukanya.

Tepat sebelum pintu mobil itu terbuka seseorang menghentikan gerakan Leeteuk. “Tunggu! Yah, ahjussi, tunggu sebentar!” seru Kyuhyun. Serempak, semua member menoleh ke arahnya tak sabar. Tak terkecuali Leeteuk yang kesal dipanggil dengan sebutan ahjussi barusan. Ya, ampun, Kyuhyun ini mengganggu saja. Member lain tentu sudah tak sabar untuk berjalan di catwalk mereka.

So Nyuh Shi Dae.. mereka akan terbang bersama kita atau bagaimana?” tanya Kyuhyun penuh harap.

Eunhyuk—yang sedari tadi memang tak tahan untuk unjuk fashion airportnya—mendecak mendengar pertanyaan tak penting maknae mereka. “Tentu mereka tak ikut. Kau lupa mereka sedang rekaman sebuah acara tivi sekarang? Sudahlah, ayo kita berangkat, kajja.

Leeteuk segera membuka pintu van mereka lalu satu-persatu member ke luar dari mobil. Dan Kyuhyun juga turun—dengan muka kecewa yang tak pandai disembunyikanya.

Every Little Thing

PAGI ini jadwal Kyuhyun adalah mengikuti acara gladi resik konser SM Town yang akan dilaksanakan besok sore. Konser SM Town kali ini sangat spesial, karena diadakan di kota paling sibuk di dunia, New York City, juga sebagai penutup konser SM TOWN WORLD TOUR 2010-2011. Hari ini akan jadi hari yang panjang. Namun melaluinya bersama rekan Super Junior dan anggota keluarga SM lainya nampak akan sedikit mengurangi rasa lelahnya.

“Pagi ini bos akan mengadakan briefing singkat di hall utama hotel. Ayo cepat,” suruh Leeteuk yang langsung mendapat respon berupa “Ndeee,” panjang dari anak buahnya. Bos merupakan panggilan sayang pemuda itu pada CEO perusahaan mereka, Lee Sooman.

Kyuhyun yang sekamar dengan Donghae segera menutup pintu kamar hotelnya. Pemuda itu berjalan di belakang Leeteuk dan mengikutinya sampai di tempat yang mereka tuju. Leeteuk masuk duluan ke dalam ruangan ketika keduanya sudah sampai di depan pintu hall. Kyuhyun berhenti di pintu tersebut dan nyengir lebar melihat seseorang yang datang mendekat.

Hey, lil bro,” sapa Changmin seraya mendekat dan merangkul bahu Kyuhyun. Pemuda yang bersangkutan tersenyum kian lebar sebelum berkata, “Apa katamu? Lil bro? ya, aku ini lebih tua darimu!” seru Kyuhyun, namun dengan ujung bibirnya yang terangkat membentuk senyum.

Changmin tertawa lebar. Dieratkanya rangkulan itu pada Kyuhyun yang membuat Kyuhyun semakin sesak napas. “Ya, ya! Kau ingin membunuhku, hmn?” Kyuhyun balas merangkul Changmin yang membuat keduanya terlihat seperti sedang adu gulat. Persis seperti anak TK.

“Nde, aku ingin membunuhmu, Cho Kyu—”

Perkataan Changmin terpotong karena Kyuhyun melepas rangkulanya tiba-tiba dengan kasar. Sementara Changmin keheranan, pemuda itu melihat Kyuhyun langsung menghentikan tawanya dan terpaku menatap sesuatu di hadapanya. Changmin berbalik dan mengikuti arah pandang Kyuhyun, sebelum ikutan berhenti tersenyum dan memasang poker facenya.

So Nyuh Shi Dae..” bisik Changmin. Kyuhyun tidak kentara ikut mengangguk. Berjalan di depan rombongan girlband kebanggaan Korea itu, Taeyeon, sang leader. Gadis mungil itu melambai dengan gaya dorky nya yang biasa.

“Kyuhyun oppa, Changmin oppa, hai,” sapa Yoona, yang menyusul di belakang Taeyeon. Changmin balas tersenyum dan mengangguk sopan sementara Kyuhyun diam saja. Merasa aneh Kyuhyun tidak membalas sapaanya, Yoona langsung menyerbu masuk ke dalam Hall. Member lainya pun menyusul dan mereka bergantian menyapa ChangKyu—yang tidak dibalas oleh Kyuhyun sama sekali.

Kedua pemuda itu berdiri tegak di depan pintu, memandangi member SNSD yang bergiliran masuk ke Hall. Sampai member terakhir yang datang,

“Ah, Seohyun, annyeong,” sapa Kyuhyun cepat. Pemuda itu tersenyum lebar sekali sampai membuat Seohyun melonjak. Gadis itu ikut tersenyum sebelum mengangguk. “Halo juga, Kyuhyun oppa.”

Merasa terbang karena gadis itu mengingat namanya, dengan sigap Kyuhyun membuka pintu hall dan mempersilahkan Seohyun masuk. “Silahkan,” katanya. Seohyun tertawa lalu berjalan pelan ke dalam. Bukan hanya Changmin, namun member SNSD lain yang melihat kejadian itu ikut melongo. Jahat sekali Kyuhyun, pemuda itu hanya membukakan pintu untuk Seohyun sementara member yang lain tidak.

Tidak peduli dengan tatapan tega-sekali-kau-Cho-Kyuhyun, pemuda itu kemudian menyusul masuk dengan cengir aneh yang terukir di bibirnya.

Every Little Thing

KYUHYUN menopang dagunya dengan telapak tangan sebelah kanan. Akh, beruntungnya ia bisa duduk di kursi ini. Pertama, letaknya pas ditengah. Pemuda itu jadi melirik Sungmin dan menertawainya dalam hati. Sungmin duduk di depan, tepat di sebelah Lee Sooman. Sungmin jadi harus merespon setiap kalimat yang diucapkan bos dan mendengarkanya dengan teliti. Kasihan dia.

Kedua, pemandangan di hadapan Kyuhyun sungguh membuat matanya segar. Posisi duduk di Hall ini bentuknya melingkar, persis posisinya ketika mengadakan rapat di kantor-kantor, namun ukuranya lebih besar. Setiap artis hadir di briefing pagi ini, termasuk KangTa, BoA, SHINee juga F(x). Posisi yang seperti itu membuat beberapa artis terlihat duduk saling bersebrangan. Termasuk Kyuhyun—yang entah bagaimana bisa—duduk di seberang Seohyun.

Akh, senangnya ia.

Memperhatikan wajah manis Seohyun yang serius mendengarkan setiap perkataan bos membuat Kyuhyun terpaku. Garis wajah gadis itu yang mulus, pipinya yang bersinar tanpa jerawat, bahkan kedua alisnya yang mengekrut ketika mendengarkan penjelaskan Lee Sooman pun nampak sangat indah di mata Kyuhyun.

“… yang beda. Ini konser penutupan tur kita, jadi kalian harus membuat gebrakan yang hebat. Paham?” seru Lee Sooman dengan suara bassnya yang membahana.

Arra,” ujar Seohyun. Kyuhyun terhenyuk. Akh, bahkan suara gadis itu pun merdu menggelitik kupingnya.

“Kyuhyun?” panggil bos.

Nah, nah. Lee Sooman sekarang memanggil Seohyun. Tapi tunggu. Kenapa gadis itu tidak menyahut?

“Cho Kyuhyun,”

Sekarang Seohyun memutar kepalanya dan kedua mata mereka bertemu. Mata Seohyun yang segelap langit malam menatpnya. Gadis itu menatapnya! Ya Tuhan, tak tahukah Engaku betapa bahagianya Kyuhyun saat ini?

“YAH, Kyu! Kau dipanggil bos berapa kali, dengar atau tidak?!” teriak Leeteuk tepat ditelinganya. Kyuhyun mendesis sebelum berbalik menatap Leeteuk tajam. Pemuda ini mengganggu acara kontak matanya dengan Seohyun saja.

Kyuhyun berdecak sebelum nyengir lebar memandang Lee Sooman. “Kenapa bos?” tanyanya polos.

Lee Sooman mendengus kecil. “Kau tidak dengar ya? Hmn, makanya. Nanti kau tanyakan saja pada Seohyun. Seohyun yang akan menjelaskan semuanya padamu.” Jawab pak tua itu. Kyuhyun mengangguk paham. Jadi ia bisa melanjutkan kegiatanya memperhatikan Seohyun lagi. “Nah, berikutnya, Onew, bagaimana dengan…”

Eh, tunggu. Seohyun yang akan menjelaskan padanya? Menjelaskan apa? Akh, sudahlah itu tak penting. Yang utama adalah Seohyun akan bicara padanya dan itu sudah cukup. Kyuhyun lalu tersenyum. Banyak sekali keberuntungan yang menyertainya hari ini.

“Hei, Kyu,” bisik Leeteuk di telinganya (lagi). Kyuhyun menolehkan kepalanya dan mengangkat alis. Inilah yang ia tidak suka. Leeteuk selalu menganggunya dengan berbagai kalimat bijaknya yang menjijikan, jadi sebisa mungkin Kyuhyun mencari tempat duduk terjauh dari Leeteuk, tadi. Tapi sialnya, ia malah dapat tempat duduk di sebelah leadernya ini. Payah.

Wae?” sahut Kyuhyun malas. Leeteuk tersenyum aneh—yang bagi Kyuhyun nampak seperti cengiran setan—sebelum mendekatkan telinganya ke arah Kyuhyun dan berbisik, “Kenapa tidak kau katakan padanya?” kata Leeteuk.

Pemuda yang bersangkutan mengangkat alis heran. “Mengatakan apa?” tanyanya.

“Katakan pada Seohyun kalau kau suka padanya,” bisik Leeteuk lagi. Kali ini Leeteuk justru tersenyum lebar yang membuat keterkejutan Kyuhyun semakin besar. Pemuda itu seketika melotot lalu menarik napas untuk membalas kakaknya yang satu ini.

“YA, apa yang kau—ukh, Aku—tidak mungkin.”

Kyuhyun memalingkan wajahnya. Leeteuk tahu wajah Kyuhyun tengah merah padam, jadi Leeteuk semakin mendekatkan diri pada Kyuhyun untuk memanas-manasinya. “Kau suka padanya, kan? kalau kau tak bilang, mana bisa Seohyun tahu.”

Tanpa sadar Kyuhyun menelan ludah. Apakah ia harus mengatakan pada Seohyun secara gamblang perasaanya? Ia lalu merasakan perasaan aneh menyelimutinya. Kyuhyun merasa ini tidak benar. Sudah lebih dari setahun Kyuhyun menyukai Seohyun. Mungkin orang-orang tahu tentang perasaanya ini, tapi apakah Seohyun tahu? Apakah gadis itu akan merubah sikapnya pada Kyuhyun setelah ia mengatakanya?

“Er.. Haruskah?” ulang Kyuhyun. Merasakan cengiran Leeteuk semakin lebar, Kyuhyun berdesis. “Yah, ahjussi! Kau bercanda denganku, ya?!”

“UHMN,” Lee Sooman berdehem keras sekali sampai seluruh artis dalam ruangan menoleh. Merasa di tegur, Kyuhyun dan Leeteuk segera kembali ke posisi semula dan merapikan cara duduk mereka. Bos mereka itu kemudian berpaling dan segera melanjutkan perkataanya yang tadi tertunda.

“Aku serius, Kyuhyun ah. Kau tahu setiap kata yang kuucapkan adalah untuk kebaikanmu.” Bisik Leeteuk lagi. Kyuhyun mengacuhkanya dan malah berusaha untuk memperhatikan penjelasan Lee Sooman—atau sekedar memperhatikan raut wajah Seohyun.

“Jadi kau harus mengatakanya pada gadis itu.”

Konsentrasi Kyuhyun pecah.

Every Little Thing

“AKU tak ada ide,” gerutu Kyuhyun lalu mengusap rambut pirangnya yang berkeringat. Pemuda itu kemudian mendengus. Ia pasti berkeringat karena saking gugupnya berdiri berduaan dengan Seohyun di depan pintu hall.

Setelah briefing pagi yang menyesakan itu berakhir, Kyuhyun menghampiri Seohyun dan menanyakan pada gadis itu hal apa yang tidak diketahuinya. Ternyata Lee Sooman menyuruh keduanya membuat gebrakan berbeda untuk konser terakhir ini. Bos meminta mereka melakukan sesuatu yang ‘wah’ di atas panggung, sehingga berkesan di benak penonton—terutama karena ini konser terakhir.

Seohyun tersenyum simpul. “Aku juga oppa, hahha” tawa gadis itu. Tiba-tiba Seohyun melonjak dan segera berbalik untuk menatap langsung Kyuhyun. “Akh, kenapa tidak kita tampilkan yang itu saja?”

Pemuda yang bersangkutan ikut menoleh dan mengangkat alis. “Menampilkan yang mana, Seohyun ah?”

Seohyun nampak ragu sejenak. Muka gadis itu memerah sebelum ia berkata, “Yang itu lho, oppa. Waktu di eh, SM Town Shanghai,” gumamnya kecil. Dengan kepala semakin tertunduk dan muka semerah tomat Seohyun melanjutkan. “Yang begini oppa..”

Seohyun mengusap-usap pipinya perlahan sambil melipat bibir. Kyuhyun yang melihatnya tersontak kaget. Jantungnya serasa mau copot ketika Seohyun terus saja mengusap-usap pipinya sendiri. Pemuda itu menarik napas untuk menenangkan debaran jantungnya yang melompat-lompat.

Jadi Seohyun masih mengingat kejadian itu? dan gadis itu menginginkan Kyuhyun untuk melakukanya lagi?

Pemuda itu menelan ludah sementara Seohyun menunduk saking malunya. Merasakan wajahnya ikut memanas, Kyuhyun memalingkan wajahnya dari Seohyun. Benarkah gadis itu ingin Kyuhyun melakukanya lagi?

Tiba-tiba perkataan Leeteuk menghantui benak Kyuhyun. Ia harus mengatakanya pada gadis itu. Kyuhyun harus mengatakanya pada Seohyun. Pemuda itu merasa ini waktu yang tepat, apalagi dengan koridor tempat mereka berdiri yang sepi dilalui orang. Kyuhyun membalikan badan lalu berdehem.

“Kau yakin Seohyun ah?” tanya Kyuhyun. Pemuda itu ingin meringis mendengar suaranya sendiri yang bergetar. Dengan segenap kekuatan Kyuhyun mempertahankan ekspresinya yang serius.

Seohyun mengangkat wajahnya mendengar suara Kyuhyun yang bergetar. Gadis itu semakin heran menatap eskpresi Kyuhyun yang keras. Wajah pemuda itu kenapa? Batinya.

“Eh, oppa—“

“—Seohyun, aku..”

Kyuhyun tercekat. Kalimat itu tak mau ke luar dari mulutnya. Kata ‘suka’ itu nyangkut ditenggorokanya. Setelah menelan ludah berkali-kali pun kalimat itu tak mau bersuara. Ada apa ini? Ada apa?

“Aku..” ujarnya lagi. Seohyun mengangkat alis heran menunggu kalimat dari Kyuhyun.

Melihat kedua bola mata Seohyun yang membesar membuat batinya semakin panik. Wajah polos gadis itu mengganggu konsentrasi Kyuhyun. Apalagi dengan kata payah yang tak mau keluar itu. Ayo bersuara, cepat katakan..

“Seohyun ah, aku..”

“SEOHYUN! Akh, di situ kau rupanya!” seru seseorang. Yoona datang sambil berlari kencang menuju tempat di mana Seohyun dan Kyuhyun tengah berpijak. Dengan napas terengah-engah, Yoona menggengam bahu Seohyun lalu mengkerutkan alis menatap Kyuhyun.

Melihat Yoona datang membuat Kyuhyun berdecak kesal. Ya ampun, gadis ini mengganggu saja.

“Kyuhyun oppa, sedang apa kalian di sini?” tanya gadis teman satu grup Seohyun itu. Tahu kalimatnya tak akan di jawab, Yoona berpaling pada Seohyun lalu menggengam tangan adiknya itu. “Kau juga, sedang apa di sini? Giliran kita reherseal, ayo!” ajaknya.

“Setelah kami, giliran Super Junior yang reherseal, oppa. jadi kalian bersiaplah,” kata Yoona lagi. Seohyun mengangguk. Sebelum berlari pergi, sempat-sempatnya Seohyun membalikan badanya dan tersenyum pada Kyuhyun.

“Nanti kita bicarakan lagi, oppa!” serunya lalu melambai.

Kyuhyun hanya bisa membiarkan kepergian Seohyun dengan rengutan. Setelah yakin kedua gadis itu tak nampak lagi dari ujung matanya, Kyuhyun mendesah. Tak jadilah ia menyatakan cinta.

“Akh, payah!”

Every Little Thing

SEOHYUN mengangguk paham ketika Kyuhyun memberikan arahan tentang pitchnya yang kurang tepat. Sebagai sunbae, Kyuhyun banyak membantunya dengan mengajarkan beberapa teknik vokal, juga memberikan masukan apabila Seohyun melakukan kesalahan. Dalam hal ini yang Kyuhyun bantu bukan hanya mengenai vokal, tapi dance, cara-cara menyapa fans yang baik, dan lainya.

“And if you help me to stand, okay. You know that I’ll be there for you in the end.”

Gadis itu mengangkat wajahnya, memastikan pada Kyuhyun apakah ia sudah memperbaiki kesalahanya. Pemuda yang bersangkutan ikut mengangguk dan mengisyaratkan pada Seohyun untuk terus bernyanyi.

“Uooh”

Seohyun dan Kyuhyun lalu saling berhadapan. Keduanya saat ini sedang melaksanakan gladi resik konser SM Town New York. Sebenarnya mereka berdua sudah diberi kesempatan untuk melakukan reherseal di pengujung acara. Namun sampai mereka bernyanyi di panggung pun, keduanya belum memutuskan untuk melakukan apa sebagai ‘acara spesial’. Hal itulah yang meresahkan Kyuhyun.

“Kyuhyun oppa, eottokhae?” bisik Seohyun disela nyanyianya. Kyuhyun nyengir pendek sebagai balasan seraya berkata, “Molla.”

“Uooh,”

Merasakan debaran jantungnya semakin memacu, Kyuhyun melangkah ke depan untuk mempersempit jaraknya dengan Seohyun. Ekspresi Seohyun yang biasa tenang pun nampak khawatir. Bagaimana kalau Lee Sooman melihat mereka tak menampilkan hal yang ‘beda’ itu?

“Uooh,”

Kyuhyun menelan ludah. Sampai detik terakhir pun keduanya tak ada ide. Akh, sudahlah. Biar saja. Lagi pula ini hanya gladi resik, mereka bisa menampilkan yang lebih bagus nanti di panggung yang sebenarnya.

“Uooh,”

Seohyun melempar pandangan apa-yang-harus-kita-lakukan-oppa. Kyuhyun hanya menggeleng singkat seraya memberikan isyarat melalui tanganya. Seohyun mengerutkan alis heran. Namun ia hanya mengangguk lemah setelah melihat Kyuhyun yang tersenyum sekilas.

“..All I wanna do is find a way back into,”

Pemuda dengan rambut pirang pendek itu mengangkat tanganya yang tak menggenggam mic. Melihat reaksi Kyuhyun, membuat Seohyun mengerti. Jadi gadis itu pun ikut mengangkat sebelah tanganya—persis seperti yang mereka lakukan di SM Town Tokyo Spesial kemarin. Kyuhyun tersenyum menatap Seohyun. Kedua insan itu menautkan genggaman jari sebelum menyanyikan kata terakhir dari lagu mereka.

“…Love.”

Every Little Thing

KEDUANYA serempak menghembuskan napas lega ketika sampai di backstage. Bukan penampilan terbaik, bukan pula penampilan yang diharapkan oleh bos—justru jauh dari itu—tapi Kyuhyun merasa senang. Tentu saja, siapa yang tak gembira dapat kesempatan untuk menyentuh telapak tangan Seohyun meskipun hanya dalam hitungan detik?

“Itu tadi belum maksimal, oppa,” ujar Seohyun yang duduk di sofa ruang tunggu Super Junior. Kyuhyun mengangguk singkat. “Nde, dan kita belum melakukan yang diinginkan bos.” Gadis itu mengangguk setuju.

Kyuhyun duduk di kursi rias, yang pemuda itu putar balik hingga berhasil berhadapan dengan Seohyun. Gadis itu duduk di sofa putih lebar, menyandarkan punggungnya seraya memandang Kyuhyun. Keduanya hanya dipisahkan oleh sebuah meja kecil yang terletak di depan sofa.

Seohyun dan Kyuhyun berduaan (lagi). Sembari memperhatikan garis wajah Seohyun, perkataan Leeteuk kembali datang mengganggu Kyuhyun. Nah nah, kenapa kata-kata pak tua itu selalu menghantuinya? Haish.

“Seohyun ah, aku—“

BRAK!

Seseorang mendobrak pintu ruang tunggu mereka dan munculah segerombolan manusia—yang dianggap Kyuhyun sebagai hantu pengganggu lain. Changmin dengan badan tingginya membuka kenop, disusul Eunhyuk yang menyusul belakangan.

“Halo, hahhaha. Sedang apa kalian di sini?” sapa Eunhyuk, yang segera meraih kursi lain dan meletakanya di sebelah Kyuhyun. Changmin juga mengucapkan salam sebelum melakukan hal yang sama dengan Eunhyuk.

“Harusnya aku yang bertanya. Kenapa kalian ke mari?” Kyuhyun menatap kedua temanya seraya menganggat alis.

“Yah, sebenarnya tidak ada. Kami habis dari hotel mengambil sesuatu, lalu setelah sampai ternyata kalian berkumpul di ruang tunggu masing-masing. Coba kau pikir, SNSD, SHINee dan F(x) berada dalam satu ruangan tambah beberapa member Super Junior. Sesaknya tak tertahankan. Jadi kami ke sini.”

Seohyun mengangguk seolah paham apa yang dijelaskan Eunhyuk, sementara Kyuhyun malah semakin merengut. Rencananya kan ia hanya ingin berduaan saja dengan Seohyun, membicarakan apa yang harus mereka lakukan untuk konser besok. Ya Tuhan, kenapa hidupnya sesalu terusik dengan orang-orang seperti ini?

“Jadi kalian sudah memutuskan untuk melakukan apa untuk konser besok?” tanya Changmin tiba-tiba.

Crap! Bagaimana pemuda itu bisa tahu. Melihat Seohyun yang menggeleng lemah mengingatkan Kyuhyun. Ah iya, Lee Sooman kan meneriakanya secara umum di briefing tadi pagi.

“Belum oppa. Aku dan Kyuhyun oppa nggak ada ide,” sahut Seohyun. Changmin yang keheranan dialihkan oleh desahan Kyuhyun yang tiba-tiba terdengar.

“Hah, ini menyebalkan. Bos bilang kami harus melakukan hal yang spesial di konser terakhir ini. Dikiranya konser ini adalah yang terakhir apa? Bukanya tahun depan akan ada konser lagi? Jadi aku dan Seohyun harus tampil lagi, kan?”

Tiba-tiba wajah Seohyun memerah. Secara tidak langsung Kyuhyun berkata bahwa ia tak ingin berhenti berduet denganya.

Sementara  Changmin tertawa aneh, Eunhyuk tiba-tiba terlonjak kaget dan segera berdiri tegak. Dan entah kenapa Changmin juga ikut berdiri. Reaksi kedua makhluk itu yang berlebihan mengagetkan SeoKyu. Apalagi dengan seruan, “UOOH!” dari Eunhyuk setelahnya.

“Aku ada ide!” pekik Changmin. Sontak Seohyun mengangkat alis dan memperhatikan.

“Bagaimana kalau kalian melakukan ini?” usul Eunhyuk. Kyuhyun menggeser bibir, melihat Eunhyuk dan Changmin yang bisa-bisanya satu pikiran begitu.

Keduanya lalu tersenyum jahil. Changmin lalu mulai menyanyikan bait lagu terakhir Kyuhyun dan Seohyun. “All I wanna do is,” bersamaan dengan kalimat itu kedua pria itu datang mendekat. Saling bertatapan satu sama lain dan melempar senyum malu-malu—yang diakui Kyuhyun sungguh menjijikan.

Way back into love.”  Dan dengan kalimat itu Eunhyuk dan Changmin mengangguk sepaham lalu saling berpelukan. Saya ulangi, berpelukan. Saling berpelukan (sekarang pake bold dan italic). Setelah pelukan yang lama—akh, tidak. Bahkan tidak sampai sedetik mereka berpelukan Kyuhyun berseru keras.

“YAH! Kalian ingin aku melakukan itu dipanggung, hah?!” bentaknya, ikut berdiri dan dengan sombongnya memisahkan pelukan EunChang. Changmin mengangguk tanda persetujuan. “Dalam mimpimu pun tak akan pernah kulakukan!” seru Kyuhyun lagi.

Eunhyuk merengut sebal sementara Kyuhyun kembali duduk. Ya Tuhan, Kyuhyun tak mungkin sanggup memeluk Seohyun di atas panggung. Selain takut karena fans nya pasti akan marah, hatinya pun tak kuat. Kalau mereka berpelukan, Seohyun pasti akan mendengar betapa jantung Kyuhyun yang berpacu dan keringat pasti mengalir di pelipisnya. Tidak, Kyuhyun tak kan sanggup.

“Oppa, aku juga tidak setuju,” tolak Seohyun. Baru sadar bahwa Seohyun ada di antara mereka, Kyuhyun ikut mendongak. “Lagi pula Sooman songsaenim pasti tak kan membolehkan.”

Eunhyuk melayangkan tinjunya ke atas seraya berdecak. “Yaks, kalian nggak asyik! Maunya kalian ngedance aja.” Ujarnya, lalu mulai ngedance nggak jelas sendirian. Changmin, yang sebelumnya sudah kembali duduk, kini bangkit lagi.

“Akh, aku ada ide lagi!” katanya. Seohyun menoleh, sementara Kyuhyun menatap sahabatnya itu dengan pandangan tak yakin. Eunhyuk juga menghentikan tarianya dan malah tersenyum lebar. “Apa? Apa?” katanya.

“Yang harus kalian lakukan di panggung adalah..”

Kyuhyun menelan ludah. Entak kenapa firasatnya buruk, dan jemarinya yang terselip di saku sudah siap untuk menimpuk Changmin—atau Eunhyuk saja sekalian. Pemuda itu melirik sejenak ke arah Seohyun, yang memperhatikan Changmin dengan serius, sebelum Kyuhyun ikut menatap Changmin.

Poppo—“

“—Uoh, betul! Hhahaha pop—“

“—YAH, IDE BAGUS SHIM CHANGMIN” seru Kyuhyun dengan capslock. Pemuda itu ikutan berdiri tegak lalu tersenyum lebar sekali. Saking lebarnya membuat Seohyun hampir jatuh dari duduknya.

Changmin pun—yang sungguh-sungguh menganggap idenya merupakan gebrakan hebat—nyengir dan mengangguk senang. “Benarkan? Ideku hebat, kan?” katanya disusul anggukan senang dari Eunhyuk.

“Nde, benar sekali. Sekalian saja kau bawa ranjangmu itu ke atas panggung,” angguk Kyuhyun emosi. Pemuda itu merasakan napasnya berpacu cepat. Tak bisakah Changmin mengerti bahwa di sini ada Seohyun—yang artinya setiap perkataan Kyuhyun akan berpengaruh pada persepsi gadis itu terhadapnya?

“Uoh, tumben otakmu jalan, Kyu. Hahha, pintar sekali. Bayangkan, Ranjang!” gurau Eunhyuk. Changmin—entah kenapa—ikutan tertawa yang malah membuat muka Kyuhyun merah padam.

Kedua orang itu sukses membuat Kyuhyun malu tak tertahankan—apalagi dengan kehadiran Seohyun di sini—membuat posisinya semakin tercekat. Oh ya ampun, tak bisakah mereka berhenti berbuat konyol di hadapan Seohyun?

“Changmin oppa, Eunhyuk oppa, kalian ini bicara apa,” bisik Seohyun kecil, muka gadis itu juga sudah berubah semerah tomat. Seohyun lalu berusaha mencuri pandang pada Kyuhyun untuk mengatakan sesuatu padanya. “Dan Kyuhyun oppa, kau tak serius kan?”

Kyuhyun memandang gadis itu sekilas, sebelum berpaling bada Changmin dan Eunhyuk geram. Pemuda itu mendesah sebelum terduduk di kursinya. Urusan duet ini membuat kepalanya tiba-tiba terasa pusing. Memang menyenangkan—bahkan sebuah anugerah—untuk berduet bersama dengan Seohyun, menyentuh kulitnya meskipun hanya dalam beberapa detik.

Tapi kalau harus menampilkan yang berbeda tanpa membuat Seohyun malu—dan fans nya marah.. argh. Belum lagi perkataan Leeteuk tadi pagi. Ya Tuhan, Kyuhyun merasa depresi.

“Aku tak ingin duet lagi,” ujar Kyuhyun singkat. Sontak Seohyun, Changmin juga Eunhyuk menatapnya kaget. Tentu karena selama ini Kyuhyun lah yang paling bersemangat menampilkan duetnya dengan Seohyun dibanding gadis itu sendiri.

“Heh Kyu, kau serius?”

“Benarkah oppa?” desah Seohyun. Gadis itu mengerutkan kedua alis sebelum berakata, “Padahal aku senang duet bersamamu, Kyuhyun oppa. Aku suka..”

Bukan hanya Kyuhyun, tapi Changmin dan Eunhyuk pun ikut tercekat. Apa yang dikatakan gadis itu barusan? Seohyun senang duet denganya? Gadis itu suka? Suka?

“Seohyun ah,” ucap Kyuhyun tanpa sadar.

Seketika pemuda itu sadar. Kali ini ia yakin perkataan Leeteuk tadi pagi adalah seratus persen salah. Tak butuh ungkapan kalimat untuk menyatakan cinta. Yang kau perlukan hanya menunjukan rasa sukamu, dan Kyuhyun yakin ia sudah melakukanya.

Kyuhyun menyukai Seohyun dan gadis itu pasti sadar akan perasaanya, tanpa perlu Kyuhyun ucapkan secara gamblang sekali pun.

Tiba-tiba pemuda itu bangkit berdiri, berjalan ke samping Seohyun dan tersenyum secerah matahari ke arahnya. “Aku tahu apa yang harus kita lakukan untuk konser nanti.”

Dan Seohyun ikut tersenyum

End.

Akhirnya mereka dapet ide buat konser NYC, kan? sungguh konser indah yang tak kan terlupakan =)

well, kalau boleh jujur ini ff SeoKyu oneshoot pertama saya. hahha, thaanks for reaaadin’

Ninischh

Iklan

19 thoughts on “Every Little Thing [oneshoot]”

  1. Manisssssssssssssssss (ʃƪ´⌣`)
    Hhhhhhhhh
    Lucuuuuuuu
    Tapi endingnya
    GANTUNG! *nimpuk seokyu*
    Yaampun kebayang konyolnya kyuhyun, tapi aku jatuh cinta sama k̶a̶r̶a̶k̶t̶e̶r̶n̶y̶a̶ ̶d̶i̶s̶i̶n̶i̶ ̶b̶u̶k̶a̶n̶ dian̶y̶a̶
    Seohyun juga polos
    Dan eunchang yaAllah -oo-
    Suka deh ffnya
    Endingnya gantung tapi baguss, sequel tapi kalobisa .__.
    Ah ya, kukira ini ttg sm town la kmrn, eh ini sm town nyc itu loh
    Pastes seokyu raut wajahnya bahagia bgt disitu (?)

    1. hai maaf kalau endingnya ngegantung ya, emang sengaja dibuat kayak gitu supaya readernya penasaran hehhe #eh
      iyah saya juga sedih mereka nggak duet lagi di LA kemarin, tapi konser nyc emang tak terlupakan, kan? hahha

      btw makasih udah mamu mampir dan komeen~

  2. *spechless*
    Aduh, ini kenapa ya? Otakku sudah dipenuhi berbagai komentar tapi aku ngga bisa menyalurkannya di sini. Aduh duh…
    Aku cuma bisa bilang… THIS STORY IS AWESOME!!! >.
    E-eh ya, tolong buat lagi dong FF TaeLi :3

    1. lanjutnya nggak ada nih, kkekke. maaf yaa :3
      di smtown NYC, waktu seokyu duet way back into love, mereka tautin kepalanya berdua jadi deketan gitu, manis banget deh. coba liat di page otp(s) di situ ada foto seokyu waktu duet nyc hehhe

  3. Aq lg search di om google eh nemu blog ini,,,,
    Sumpah aq ngakak abis sama ide2 yg dikasih sama eunchang mereka berdua kompakan gitu,,,, yak ampun tadi aq gregetan ama kyu mau bilang suka aja susaaaaaah beud yak,,, tapi kenapa ending’y rada2 gantung gini??
    But overall aq suka ff ini 😀

  4. Annyeong..
    Kembali lagi bongkar2 archive wp ini. Kyknya dulu pernah baca ff ini cm ga ninggalin jejak hehehe..
    Selalu suka cerita ff chingu.
    Kenapa ranjangnya ga jd dibawa ke panggung?! #ikutan error
    Yup keep writing chingu..

  5. yah authors kok langsung end shi-_-
    lagi seru2 juga..
    ff nya lucu..bagus
    apalagi pas yang eunhyuk n changmin ngusulin ide
    ending nya gantung-_- bikin aku mati penasaran #plak..
    kasih bocoran nya dkng thors._.
    itu si kyuhyun ngusulin apa?
    kenapa kyu ga nembak seo aja?
    payah nih kyu

Mind to give me some advice?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s