FAITHLESS 3rd [Sooyoung’s Overweight Shock]

”…Bukan bermaksud menyinggung, tapi Kyuhyun tak pernah bilang padaku ia cinta kau,” jawab Sungmin sebelum meminum campagne yang entah sudah gelas ke berapa.

F A I T H L E S S

Seo Joohyun, Cho Kyuhyun and Choi Sooyoung

Standar Disclaimer Applied

2012©Ninischh

Present

Faithless 3rd: Sooyoung’s Overweight Shock

Flashback

“EONNI, aku… mau ke toilet dulu,” gumam Seohyun setelah membanting gelas kelimanya di meja. Taeyeon dan Hyoyeon hanya menganggukan kepala sebelum melanjutkan pembicaraan mereka yang tadi tertunda. Gadis itu berjalan pelan menuju toilet di ujung ruangan.

Kelab itu disesaki oleh suluruh artis SM berserta staffnya. Mereka semua hadir di sini untuk merayakan suksesnya konser SM Town LA yang baru saja mereka selenggarakan. Terlihat di panggung sebelah kanan terdapat Eunhyuk, Yoona, Minho, Yunho beserta dua staff SM tengah menyanyikan lagu Gee dengan gumaman ’hik’ di setiap akhir kalimat.

Seohyun tersenyum ketika Boa, Taemin, Victoria, dan beberapa staff SM menyapanya. Gadis itu tersentak ketika seseorang menabraknya. Seohyun mendongak.

”Seohyun ah,” sapa orang itu. Seohyun menyipitkan matanya. Padanganya kabur ketika sedang mabuk. ”..Bisa bicara sebentar?”

”Oh? Kyuhyun oppa, apa kabar?” sahut Seohyun. Gadis itu berusaha membungkuk untuk memberi hormat namun hampir terjengkal ke depan. Kyuhyun tertawa melihatnya, karena itu ia menuntun Seohyun duduk di kursi terdekat.

”Ada apa, oppa?” ujar Seohyun. Gadis itu mengerjap sebelum memukul kedua pipinya pelan. Kesadaranya setengah pulih, namun belum sepenuhnya.

Kyuhyun menundukan kepalanya dan berbisik. ”Kau berhasil,” katanya.

Seohyun mengernyit. ”Nde?”

”Haah, karenamu Sooyoung marah padaku. Kau harus tanggung jawab, Hyun ah”

Seohyun mengedip. Hening lama sebelum gadis itu sadar apa yang tengah Kyuhyun bicarakan. ”Oh, Itu. Berarti sekarang aku boleh minta apa pun, kan, oppa?”

Kyuhyun mengangkat bahu seolah pasrah. ”Asal jangan memintaku untuk bunuh diri, ya, kau boleh minta apa pun.” jawab pemuda itu.

Gadis itu mengangguk. ”Baiklah. Humn, aku minta Kyuhyun oppa untuk berhenti menyanyi dan keluar dari Super Junior!” serunya.

Kyuhyun tersentak. ”Ya! Kalau itu tidak bisa. Aku tidak terima,” tolaknya. ”Pokoknya tidak boleh memintaku berhenti menyanyi, keluar dari Super Junior, berhenti makan, berhenti main game, berhenti hidup sebagai Cho Kyuhyun, berhenti mencintai Cho Ahra (?), berhenti—”

Seohyun tertawa. Gadis itu terawa manis sekali sampai Kyuhyun lupa hendak bicara apa. Akh, tiba-tiba saja Kyuhyun berjanji dalam hati untuk selalu membuat gadis itu tersenyum dan tertawa.

”Hahaha, aku tidak akan minta yang aneh-aneh oppa,” katanya. Kyuhyun menatap gadis di sampingnya ragu. Seo Joohyun lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Kyuhyun sebelum berbisik.

”Permintaanku… jangan berhenti buat Sooyoung eonni bahagia. Janji?”

Kyuhyun mengangguk sebelum nyengir evil.  

End of flasback

F A I T H L E S S

KYUHYUN, pemuda berusia 23 tahun yang saat ini berdiri di taman hotel pada jam 3 pagi, memandang kedua bola mata Sooyoung dalam. Ia baru saja menyelesaikan ceritanya mengenai Seohyun dan permintaanya.

Sooyoung menarik nafas panjang. Amarahnya masih terbang di ubun-ubun meskipun tidak sepanas tadi. Rasanya setiap kata yang diucap Kyuhyun adalah kebohongan. Cerita yang dibuat-buat. Karenaya Sooyoung menatap pacarnya itu ragu.

Kyuhyun mengerjap. ”Tidak percaya? Kau bisa tanya Seohyun sekarang juga,” sahutnya serius.

Soooyoung balik menatap Kyuhyun. Wajah pemuda itu teruh dan menarik seperti biasa. Matanya segar dan terlihat sadar. Tapi itu tidak memungkiri fakta bahwa Kyuhun ialah peminum terberat di Suju. Mungkin kala ia mabuk maka sikapnya akan lebih tenang dan terlihat sadar? Mungkin.

”Telpon gadis itu, dan tanyakan padanya.” tegas Kyuhyun, bola amtanya berkilat.

Rasa bimbang kembali melanda Sooyoung. Gadis itu merasa harus bersikap tegas pada Kyuhyun jika ingin berkomitmen denganya.

Sooyoung merogoh tasnya dan mengeluarkan ponsel. Gadis itu menatap layar ponsel sejenak. Tiba-tiba tawanya pecah.

Alis Kyuhyun mengkerut heran. ”Hahahhah, buat apa aku menelpon Hyunnie, oppa? Kalau yang kau maksud Seo Joohyun maknae kami, aku percaya. Ia tak mungkin merebut pacar eonnienya”

”Oppa tertipu, hahha” gadis itu tertawa sampai matanya berair.

Kyuhyun nyengir evil. ”Kita baikan?” katanya. Sooyoung menangguk sebelum kembali tertawa. ”Sudah kuduga akhirnya akan begini. Untung kata maaf belum meluncur dari mulutku. Kalau sudah maka hancur harga diriku”

”YA!”

”Hahha, Baiklah. Kalau begitu aku mau my night kiss,” pintanya, melangkah untuk mendekatkan wajahnya ke arah Sooyoung.

Gadis itu tersentak dan menghentikan tawanya. Kalau ia dalam keadaan mabuk, sudah pasti Sooyoung akan mencium Kyuhyun tanpa sadar. Tapi untungnya ia hanya minum satu gelas tadi. Sooyoung tidak mabuk namun kepalanya hanya pusing dan mual.

Sooyoung tersenyum manis sambil melangkah mundur. ”Lain kali, ya? Aku sedang nggak mood, oppa. Sudah fajar, sebaiknya kita tidur. Oke?” Sooyoung kemudian meraih lengan Kyuhyun untuk menggandengnya pergi.

Namun pemuda itu tak bergeming. Sooyoung menarik lengan Kyuhyun namun pemuda itu malah diam tak merespon. Senyuman justru mengembang di bibir Kyuhyun. Sooyoung membalikan badan dan mendapati dirinya ketakutan menatap wajah pacarnya.

”Kyu.. Kyuhyun oppa?” panggilnya kalut. Sooyoung mengerutkan alisnya dan menurunkan tanganya dari lengan Kyuhyun.

“Choi Sooyoung,” bisik Kyuhyun, semakin mendekatkan dirinya pada Sooyoung. Gadis itu terperangah. Kyuhyun mabuk, dari matanya saja Sooyoung tahu. Gadis itu kembali melangkah mundur.

“Chagiya, cium aku,” katanya lagi. Sooyoung tersedak. Jaraknya degan Kyuhyun hanya tinggal sejengkal. “Bawa aku ke kamarmu, Sooyoungie…” gumam pemuda itu.

Sooyoung tak bergerak, kaget. Badanya kaku. Apa? Apa yang barusan dibilang Kyuhyun? Pemuda itu mengajaknya ke.. kamar? Tidak mungkin. Tidak mungkin. TIDAK!

“..Soo—”

”YA!”

Sooyoung mendorong tubuh pemuda itu secara refleks. Tiba-tiba saja pandanganya buyar dan rasanya benci sekali pada Kyuhyun. Gadis itu berlari sekencang-kencangnya sementara bunyi bruk! keras terdengar di belakangnya.

F A I T H L E S S

”SEOHYUN ah,”

Seo Joohyun mengerjap. Rasanya baru lima menit yang lalu ia berbaring. Rasa penat bekas alkohol masih terasa di kepalanya. Benar saja. Ketika menatap jam di tangan, waktu baru menunjukan pukul tiga lewat sepuluh pagi. Matanya menerawang menyapu seluruh ruangan.

”Humn? waeyo eonni?” tanyanya. Ketujuh member SNSD lain duduk di karpet kamar hotelnya. Mereka mengerubungi Sooyoung. Eonnideul Seohyun tersebut merapat sambil mendengarkan cerita Sooyoung, seolah yang dikatakan kakaknya itu adalah rahasia.

Tiffany menjawab, ”Cepatlah bangun Hyun ah, ini penting,”. Kakaknya itu menarik lengan Seohyun turun ke bawah. Berkumpulah seluruh member di karpet kamar hotelnya.

Taeyeon menghela nafas berat. ”Aku tak bisa biarkan kau, Sooyoung, ini sudah keterlaluan,” ujarnya. Sooyoung mengangkat wajahnya lalu menatap Taeyeon sedih. Matanya merah dan berair.

”Tapi aku masih menyayanginya eonnie, sangat sayang padanya,” bisik Sooyoung lirih. ”Kalian tahu betul aku sungguh mencintainya, meskipun…” gadis itu tak sanggup menyelesaikan kalimatnya.

”Ya! Tak usah ragu lagi, putus saja dari Kyuhyun oppa!” seru Jessica. Seohyun yang masih belum sepenuhnya sadar tersentak kaget. Mereka sedang membicarakan apa, sih?

Hyoyeon yang duduk di sebelah Sooyoung mengelus punggung gadis itu lembut. ”Mungkin Kyuhyun oppa memang bukan jodohmu, Sooyoungie. Orang yang kita cintai belum tentu orang yang tepat untuk dijadikan pasangan hidup kita” jelasnya.

Yoona menangkupkan wajahnya di telapak tangan. ”Aku tidak percaya,” gelengnya.

”Aku tidak percaya ternyata Kyuhyun oppa orang yang seperti itu. Tidak pernah kusangka ia akan mengajak Sooyoung melakukan ’hal itu’. Ini tidak benar. Kyuhyun oppa bukan orang yang seperti itu.” Yoona kembali menggeleng.

Yuri yang melihat kedua sohibnya tengah kalut mengatupkan bibir. Berusaha berpikir, yang keluar dari mulut gadis itu akhirnya hanya, ”Mungkin… eh, Kyuhyun oppa bersikap aneh hanya padamu saja, Sooyoung ah?”

Sooyoung menatap Yuri depresi. ”Kalau begitu apa yang harus kulakukan, eonnie?!” serunya. Sementara Sooyoung kembali terisak, member yang lain justru terkejut mendengar Sooyoung memanggil Yuri dengan sebutan ’eonni’.

Separah apa pun masalah yang menimpa Choi Sooyoung, gadis itu hanya menyebut ’eonni’ untuk Taeyeon saja dalam SNSD. Selebihnya tak pernah. Tapi ini… Yuri? Masalah ini pasti sungguh sulit bagi Sooyoung.

Sunny menelan ludah. ”Rasanya seperti de javu. Bukankah kita pernah membicarakan masalah ini?” tanyanya menatap berkeliling. ”Ingat waktu kejadian di lift itu? Tentang pria yang memanfaatkan kita atau sungguh mencintai kita, seperti yang dibilang Sica?”

Yang lain mengangguk. ”Akh, benar. Mungkin Kyuhyun oppa hanya bersikap seperti itu di hadapanmu saja, Sooyoung. Mungkin dengan gadis lain ia tak begitu,” gumam Tiffany selembut mungkin.

”Nah, bagaimana caranya mengetahui bahwa Kyuhyun oppa hanya bersikap begitu untuk Sooyoung saja? Tidak mungkin kita menyuruh Kyuhyun oppa mendekati gadis lain, kan?” Jessica mengeluh sembari berdecak kesal.

”Ekh, tapi tak ada salahnya untuk dicoba, tuh. Menurutku yang dikatakan Fanny ada benarnya. Kyuhyun oppa bersikap biasa saja, bahkan ramah di depan Yoona dan Sica, betul?” Hyoyeon berkata diselingi anggukan Taeyeon.

”Apalagi tadi itu dia sedang mabuk. Bisa saja dia tak sadar” lanjut Taeyeon.

Sooyoung mengangkat wajahnya kesal. ”Ya! Kalian ingin Kyuhyun oppa berpaling pada gadis lain, hah? Kalian ingin Kyuhyun oppa meninggalkanku?!” bentaknya.

”A.. aku setuju dengan Fanny,” dukung Yuri. Yoona juga mengangguk. ”Kyuhyun oppa bukan orang yang seperti itu, aku yakin.” kata ikon SNSD itu. Sooyoung terkejut lalu berpaling pada Jessica, berharap gadis itu akan mendukungnya.

”Maaf Sooyoung, tapi… aku setuju dengan Fanny,” sahut Jessica setelah berpikir beberapa saat. ”Percayalah pada Kyuhyun oppa. Lagi pula ini untuk membuktikan apakah ia benar-benar sayang padamu atau tidak. Kalau ia benar mencintaimu, ia tak kan meninggalkanmu.”

Sooyoung menelan ludah sebelum mengangguk pasarah. ”Baik. Kalau begitu siapa di antara kita yang akan mendekati Kyuhyun oppa? Kalian mau aku menunggu sampai ada gadis yang menarik hati pacarku?”

”Tentu tidak, Sooyoungie. Bagaimana kalau Yoona, Sica?” kata Taeyeon. Keduanya menggeleng. ”Kau tahu Kyuhyun oppa sudah mengenal kami, Taeyeon. Sikapnya pada kami tak kan berubah” tukas Sica. Yoona setuju.

Leader SNSD itu berpaling pada member lain. ”Umn, Yuri?” ujarnya. Yang ditanya menggeleng. ”Fanny ah?” Tiffany tertawa ketika namanya dipanggil.

”Kau mau Siwon oppa mendampratku karena mendekati Kyuhyun oppa, Taeng?” jawabnya. Taeyeon mengangguk maklum. ”Hyoyeon, Sunny?” keduanya kembali menggeleng.

”Alasanku sama dengan Fanny, Yoona ah. Aku ini setia” jawab Taeyeon ketika Yoona bertanya kenapa bukan Taeyeon saja yang melakukanya. ”Seohyun ah?” katanya, peluang terakhir mereka.

”Wae?! Aku, eonni?” serunya kaget. Mata Seohyun yang masih setengah terpejam terbuka lebar.

Sooyoung menganguk. ”Nde, kau mau kan, Seohyun?” gadis yang ditanya kalang kabut. ”Kau kan tidak punya pacar. Lagi pula kalian berdua juga duet untuk konser SM Town hingga tahun depan. Lakukan ini untukku, ya?” pinta Sooyoung.

Seohyun tersentak. Gadis itu hendak membantah dengan mengatakan bahwa saat ini ia tengah dipasangkan sebagai kekasih dengan Yonghwa, meskipun hanya dalam tivi. Tapi tetap saja. Kenapa harus dia?

”Sip. Seohyun mau. Biarkan dia yang lakukan ini untukmu, Sooyoung ah” Yuri menyimpulkan bahkan sebelum Seohyun bilang setuju. Member yang lain justru mengangguk antusias.

Tunggu sebentar. Jadi Seohyun sekarang punya tugas untuk mendekati Kyuhyun oppa? Dan ia melakukan semua ini untuk Soooyoung? Haah, semoga hati kecilnya kuat.

Seohyun menelan ludah.

F A I T H L E S S

SOOYOUNG membuka pintu kamarnya dan berjalan ke luar. Malam ini ia tidur bersama seluruh member SNSD di kamar Yoona. Bermalam bersama semua member berarti tidur tak nyenyak dan suara berisik mengudara.

Akhirnya ia mengerti mengapa Taeyeon selalu marah padanya apabila ia berisik. Selama ini Sooyounglah yang selalu membuat keributan, hingga sekarang ia baru paham bahwa suara ribut itu menyebalkan.

Masalah mengenai hubungan Kyuhyun dan dirinya membuatnya pusing sampai tak bisa tidur. Garis hitam menggantung di bawah mata Sooyoung. Ah, hasrat untuk kembali minum datang menggoda. Tanpa sadar gadis itu sudah berjalan ke bar hotel di lantai dua.

”Su.. Sungmin oppa?” gumam Sooyoung. Gadis itu menyipitkan matanya. Ia melihat Sungmin sedang menegak segelas campagne di bar, sendirian. Pemuda itu memalingkan wajah dan tersenyum untuknya.

Sooyoung berjalan mendekat dan duduk di sebelah Sungmin. Ia memesan segelas minuman sebelum berpaling pada pemuda di sebelahnya.

”Sedang apa oppa di sini? Setahuku jam baru menunjukan pukul delapan, masih terlalu cepat untuk minum…” ujar gadis itu seraya melirik gelas Sungmin.

Pemuda di sebelahnya justru tersenyum ringan. ”Kadang hidup terlalu sulit, bahkan minuman seperti ini pun tak dapat menanggung realita hidup,” sahut Sungmin sambil menggoyangkan gelasnya.

Sooyoung mengernyit. ”Ada apa, oppa? Ada sesuatu yang terjadi?” tanyanya. Sungmin justru tertawa. Dari caranya tertawa ia tahu bahwa pemuda itu sedang mabuk. Benar-benar bukan Lee Sungmin.

”Sebaiknya kita bicarakan hal lain saja, Sooyoung ah” kata Sungmin. ”Kita mulai dari dirimu. Mengapa kau datang ke bar sepagi ini, hmn?” tanyanya. Sooyoung merasa terpojok. Kenapa jadi membicarakan dirinya?

”Kyuhyun—”

”—Ah, ya, Kyuhyun! Akhir-akhir ini dia berubah” Sungmin memotong kalimat Sooyoung sebelum kembali menegak air di gelasnya.

”Tadi saja aku menemukanya tengah terbaring di sofa ruang tunggu hotel. Bayangkan. Kupikir dia tidur di kamar tadi malam.” lanjut Sungmin. Sooyoung berkata ”Benarkah?”. Lalu Sungmin mengagguk.

Gadis itu menelan ludah mengingat kejadian tadi malam. Namun rasa penasaranya muncul ketika Sungmin membicarakan Kyuhyun.

”Apa yang terjadi? Kyuhyun oppa berubah? Kenapa?” ujar Sooyoung lagi, berusaha berakting seolah-olah ia tidak tahu.

Pemuda itu terlihat berpikir. ”Umn, kelihatanya ia sedang stress, atau apalah”

Stress?

”Kupikir ia butuh seseorang untuk menemani. Dalam hal ini yang kumaksud adalah wanita. Kyuhyun perlu untuk jatuh cinta,” lanjut Sungmin. Alis Sooyoung kembali mengkerut. Bukankah Kyuhyun sudah jatuh cinta padanya?

”Bukanya Kyuhyun oppa sudah punya pacar, ya?” balas Sooyoung, berusaha untuk terlihat sesantai mungkin. Kalimat Sungmin benar-benar menggantung.

Sungmin justru tertawa. Tawa orang mabuk yang justru terdengar melecehkan di telinga Soyoung. ”Maksudmu Seohyun? Hah, kenapa akhir-akhir ini orang-orang selalu mengira bahwa Seohyun berpacaran dengan Kyuhyun? Ketahuilah Sooyoung ah, itu tidak benar”

Sooyoung tersentak. Maksudnya?

”Oh… selain Seohyun, oppa?” tanya Sooyoung gugup. Tiba-tiba suaranya tak mau keluar. Perasaan takut menyerangnya. ”Eh, maksudku, rumor bahwa Kyuhyun oppa sudah mempunyai pacar itu benar, kan?”

Sungmin kembali tertawa. ”Bicaramu lucu sekali, Sooyoung. Tentu saja itu tidak benar. Kyuhyun single, itu yang dikatakanya pada semua orang”

Sooyoung tertegun. Tiba-tiba perasaan aneh bergetar di jantungnya. Kenapa Sungmin berkata bahwa Kyuhyun saat ini tengah single? Bukankah saat ini Sooyoung tengah menyandang gelar sebagai pacar Kyuhyun?

Gadis itu menelan ludah sejenak sebelum kembali menatap Sungmin.

”Sebentar oppa, biar kuluruskan. Jadi saat ini Kyuhyun oppa tidak berpacaran dengan Seohyun, betul?”

”Nde,”

”Ia juga tidak berpacaran dengan gadis mana pun, termasuk aku?”

Sungmin tertawa. ”Tentu saja, Sooyoung ah. Kau, hik, mabuk, ya? Bukan bermaksud menyinggung, tapi Kyuhyun tak pernah bilang padaku ia cinta kau,” jawab Sungmin sebelum meminum campagne yang entah sudah gelas ke berapa.

Pusing kembali melanda Sooyoung. Apa maksud dari semua ini? Apakah Sungmin hendak mengatakan padanya bahwa Kyuhyun mengaku tidak punya pacar?

Sooyoung menunduk untuk mengatur nafasnya sebelum berusaha merangkai kalimat yang tepat.

Kyuhyun tidak pernah mengakui Sooyoung sebagai pacarnya. Pemuda itu bahkan tidak memberi tahu pada Sungmin, orang terdekat Kyuhyun, bahwa keduanya berpacaran. Ini tidak mungkin.

Atau… Kyuhyun memang benar-benar tidak mencintainya, seperti yang dikatakan Jessica? Mustahil.

F A I T H L E S S

SEOHYUN menatap eonninya ragu. ”..Eonni, haruskah?” tanyanya, untuk yang entah ke berapa kalinya.

”Sudah, telpon saja” sahut Yuri. Seohyun menatap ponselnya ragu. ”Haish, lama,” cegat Yoona yang lalu mengklik tombol ’panggil’ di ponselnya.

”Eonni!” seru Seohyun, menatap panik ponselnya. Yoona dan Yuri hanya menampilkan tampang polos mereka.

Gadis itu semakin panik kala suara di seberang telpon menjawabnya. ”Halo?” kata suara itu.

Seohyun menelan ludah sebelum menempelkan ponsel ke telinganya. ”Eh, halo,” jawabnya. Member SNSD lain mengangguk yakin, yang justru membuat gadis itu semakin bimbang.

”…Kyuhyun oppa?” panggil Seohyun.

bersambung

Part 3 dataaang hore *tebar konfeti* Sebenarnya fanfic ini sudah selesai ditulis, cuman saya publishnya bergantian aja supaya kesanya rapi. Hehehe semoga part yang ini memuaskan. Mohon ditunggu sampai part 4 nya datang yaa. Makasih semuaa =D

Ninischh

Iklan

23 thoughts on “FAITHLESS 3rd [Sooyoung’s Overweight Shock]”

  1. annyeong reader baru
    udaabaca sih di smtown
    tapi bca lagi di blof ini 🙂
    bagus banget chingu !
    sukaaaaaaaaa
    nyesek banget jadi sooyong
    update soon harus !

  2. Kok aku sedikit khawatir ya *plak
    Huhu gak dipungkiri aku juga sedikit nyesek baca nih ff karena aku takut endingnya seokyu T^T Tapi…. aku penasaran ama ceritanya ._.
    Yaudah deh keep writing ya author fightingg^^

  3. sbenernya kyuppa bner suka ga sih ma soo…
    Kasian seo harus pura2 jadi org ke 3 dihubungan kyu ma soo,, penasaraaaaaan buanget ditunggu next partnya…

  4. Kyu nepsong amat sih! Eng … Ing … Eng! Trnyta Kyu ga ngakuin Soo sbg pacarnya 😀 knp ya?! Yg dijadiin umpan malah Seo, gpp deh, seokyu moment jd byk 🙂

Mind to give me some advice?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s