FAITHLESS 4th [Get Your Point]

Sooyoung tiba-tiba melonjak kaget. Apakah keduanya masih bersama saat ini? Kalau iya, persetan untuk Seohyun yang membuat Kyuhyun tak mengangkat telponya.

[penting] Author’s note: Bagi readers yang ingin mengambil fanfic ini keluar dari blog ini, di publish di blog lain misalnya. Mohon cantumkan nama authornya secara jelas. Sampai detik ini plagiat tidak dihalalkan. Mohon pengertianya, kita sama-sama menuai karya, jadi kita saling menghargai.

F A I T H L E S S

Seo Joohyun, Cho Kyuhyun and Choi Sooyoung

Standar Disclaimer Applied

2012©Ninischh

Present

Faithless 4th: Get Your Point

KYUHYUN mengerjap. ”Hari ini?” tanyanya. Detik berikutnya hening dikarenakan pemuda itu mendengarkan orang di seberang telponya bicara.

”Oh, jam sepuluh, ya?” katanya sambil melirik jam di meja sebelah tempat tidurnya. Kyuhyun kemudian menyeringai senang kala mendengar lawan bicaranya berkata sesuatu. ”Anio, hahhha. Nde… tunggu aku, ya. Hmn, dah.”

Cho Kyuhyun menaruh ponselnya di samping jam weker di atas meja. Ditariknya kembali selimut tebal warna biru menutupi seluruh tubuhnya dan membenamkan wajahnya di atas bantal tuk kembali tidur.

Butuh waktu lima detik bagi Kyuhyun untuk kembali bangun. Dirampasnya jam beker itu dan matanya membelalak kaget. Jam menunjukan pukul sepuluh kurang dan ia bahkan masih mengenakan piama.

”Aaaargh!” serunya kesal sambil menarik handuk dari gantungan dan berlari kilat menuju kamar mandi. Kenop pintu kamar mandinya tak mau terbuka jadi Kyuhyun menendang pintunya frustasi.

Pemuda itu membalikan badan dan menatap tajam siapa saja yang ada dalam ruangan itu. ”Hoy, Siapa nih yang lagi mandi?!” serunya keras pada seluruh orang di ruangan.

Masalahnya di ruang tengah itu hanya ada Shindong yang sedang ngemil, Eunhyuk yang mendengarkan musik dengan headset super besar, dan terakhir Sungmin yang membaca koran. Member lain entah pergi ke mana, toh ia tak peduli.

Maka hanya Sungmin lah yang menoleh dan menjawab, ”Wookie” sebelum kembali asyik membaca koran.

Kyuhyun memutar balik badanya dan menggedor pintu semakin brutal. ”Ya! Ryeowook ah, ppali!” bentaknya. Tepat ketika Kyuhyun hendak kembali menendang, pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah Ryeowook dengan ekspresi bingung.

Maknae Super Junior itu mandi dengan kecepatan cahaya dan keluar dari kamar mandi bahkan sebelum Ryeowook sempat mengeringkan rambut.

Pemuda itu berlari menuju kamar dan menyambar sebuah kaos polo beserta jaket kulit hitam. Berikutnya ia memakai celana panjang hitam sambil berusaha merapikan rambutnya. Kyuhyun mengenakan topi pada kepalanya lalu memastikan kembali penampilanya di cermin. Dan semua itu dilakukanya kurang dari tiga menit.

Cho Kyuhyun mengambil kunci mobil di laci mejanya dan berlari ke luar kamar. Ia menggigit roti bersamaan dengan tanganya yang menautkan sepatu.

Sungmin yang melihat dongsaeng kesayanganya bergerak seperti orang sibuk menoleh heran. Ia menaruh koranya sejenak lalu berkata, ”Hei Kyu, mau ke mana kamu?”

Tanpa menatap Sungmin, Kyuhyun menjawab, ”Jadi Sopir,” sebelum menyambar pintu dan berlalu pergi. Sungmin mendengus karena jawaban Kyuhyun sangatlah abstrak. Merasa semakin penasaran, Sungmin bangkit berdiri dan berjalan menuju kamarnya.

Pemuda itu memperhatikan sekeliling kamar dan menemukan ponsel Kyuhyun tergeletak di meja sebelah jam beker. Diraihnya ponsel itu dan seketika senyumnya mengembang kala menatap sebuah nama yang terpampang di sana.

’Panggilan terakhir; Seo Joohyun’.

F A I T H L E S S

SOOYOUNG mengerjap. Hatinya terasa kalut dan gelap. Semangat hidupnya menguap entah ke mana dan bahkan ia tak lagi merasa punya nafsu makan.

Fakta bahwa Kyuhyun tak mengakuinya sebagai pacar—seperti yang dikatakan Sungmin di LA beberapa hari lalu—membuatnya tak lagi bisa tidur nyenyak dan hidup tenang.

Karena itu akhir-akhir ini ia tak berusaha menghubungi Kyuhyun. Dan yang membuatnya terkejut adalah bahwa pemuda itu tak mencarinya dengan berusaha menelpon atau hanya sekedar mengirim pesan. Sooyoung merasa wajar apabila Kyuhyun masih marah padanya soal kejadian di hotel kemarin. Dan begitulah, keduanya benar-benar kehilangan kontak.

Choi Sooyoung mengangkat wajahnya. Matanya melihat member lain tengah mengerubungi Seohyun di ruang depan. Dari sofa tempatnya duduk, gadis itu tak dapat mendengar dengan jelas apa yang mereka bicarakan. Yang jelas setelah sebuah sorakan panjang, Seohyun membungkuk pada mereka lalu pergi ke luar dorm.

Sooyoung menegakan badan ketika Yoona duduk di sebelahnya setelah semua member bubar dan kembali ke aktivitas masing-masing. Yoona menarik wajahnya ke atas dan menghela nafas panjang seolah lega.

”Uri Maknae pergi ke mana?” tanya Sooyoung, mengangkat kedua alisnya heran. Yoona berpaling padanya dan memasang senyum lebar sekali.

”Ingat tentang tugas yang kita berikan pada Hyunnie?” pancingnya. Sooyoung mengangguk. Tugas untuk ’mendekati Kyuhyun’ itu. Tak mungkin ia lupa.

”Nah, kami bermaksud memulai misi itu secepatnya. Hari ini Seohyun ada jadwal syuting WGM dengan Yonghwa oppa dari CN Blue. Jadi aku menyuruh Seohyun untuk menelpon Kyuhyun oppa dan meminta untuk mengantarnya. Coba tebak, Kyuhyun oppa langsung menerima tanpa banyak tanya!”

Entah kenapa Sooyoung tiba-tiba merasa mual melihat mata Yoona yang berkaca-kaca bercerita tentang Seohyun dan Kyuhyun.

Gadis itu menelan ludah serempak dengan Yoona yang berkata, ”Yay! Dengan begini hubungan kau dan Kyuhyun oppa akan lebih baik, Sooyoung ah.”

Kalimat itu sukses membuat mood Sooyoung kembali normal.

Benar. Seohyun sudah mulai bergerak jadi ia juga tak boleh kalah. Sooyoung menarik nafas panjang dan berusaha meyakinkan diri bahwa Kyuhyun tak kan tergoda oleh Seohyun dan berpaling pada gadis itu. Lagi pula memangnya Seohyun bisa menggoda?

Sooyoung menelan ludah. Ia harus mengambil langkah.

F A I T H L E S S

SEOHYUN mengerjap. ”Jinjja?” tanyanya tak yakin. Kyuhyun memutar bola matanya sebagai perumpamaan. ”Tentu saja benar. Untuk apa aku bohong?” tukas pemuda itu.

Kyuhyun melirik Seohyun sekilas sebelum kembali fokus pada jalan. Rasanya sudah lama sekali ia tak menyetir mobil. Apalagi gadis itu mengejutkanya dengan berkata, ”Ini pertama kalinya aku naik mobil Kyuhyun oppa,” ketika naik ke mobilnya.

Tentu saja, jumlah wanita yang numpang di mobil kesayanganya ini tidak lebih dari sepuluh jari. Dan Seohyun termasuk salah satunya. Pemuda itu sedang mengantarnya ke tepat syuting WGM seperti yang diminta gadis itu.

Seo Joohyun terkesiap dan menutup mulutnya dengan tangan, tak sadar selama ini ia sedang menahan nafas.

”Itu tidak mungkin. Di buku sebelumnya penulis itu bilang tak kan ada lanjutanya. Lagi pula ia mengenakan nama samaran. Bagaimana mungkin oppa bisa tahu?”

Pemuda di sebelahnya menyeringai sembari membanting setir. ”Hei Seohyun ah, aku ini tahu segalanya. Aku bahkan kenal denganya dan punya nomor ponselnya.” bangga Kyuhyun.

Mata Seohyun tiba-tiba menyipit menatap Kyuhyun. ”Oppa bercanda,” bisiknya. Novel  trilogi ’Home is in Your Eyes*’ adalah favorit Seohyun sejak SMA. Dan Cho Kyuhyun—yang notabene gamers sejati—tidak mungkin membacanya apalagi kenal penulisnya. Nggak logis.

”Tidak percaya ya sudah” sahut pemuda itu tanpa menengok ke arah Seohyun lagi.

Gadis itu menggembungkan pipinya. Kyuhyun pasti berbual. ”Kalau begitu pertemukan aku denganya.” pinta Seohyun. Pemuda itu langsung menolak. ”Ani. Kau kan tidak percaya aku kenal denganya.”

”Ayolah oppa,” katanya lagi disusul gelengan dari pemuda itu. Seohyun menatap Kyuhyun lama sebelum mengeluarkan aegyonya. ”Kau adalah pria terbaik sedunia jika mempertemukanku denganya.”

Kyuhyun menghentikan mobil lalu berbalik memandang gadis di sebelahnya. Bibir merahnya menyeringai. Senang rasanya melihat orang lain memohon padanya sampai memelas.

”Baiklah, akan kupertemukan kau denganya” ujar Kyuhyun seolah pemuda itu terpaksa melakukanya. Seohyun melonjak gembira. Gadis itu menepuk kedua tanganya lalu tersenyum lebar.

”Akh, gomawo, oppa. Kau baik sekali,” sahut Seohyun. Bibirnya mengungkit senyum. Kyuhyun mungkin akan terbang seketika melihat senyum itu kalau tak ada orang lain yang melihatnya di tengah jalan seperti ini.

”Nde, tapi ada syaratnya” potong pemuda itu lalu menunjuk sesuatu di sebelah kanan mobilnya.

Seohyun mendongak dan tertawa. Di sebelah kanan tepat mobil Kyuhyun berhenti, berdiri petugas parkir beserta posnya. Kyuhyun menyuruhnya membayar parkir untuk masuk ke tempat syutingnya hari ini.

Karena itu Seohyun mengeluarkan dompet dan membayar uang parkir sebelum berjalan keluar mobil dengan senyuman. Syuting hari ini nampaknya akan menyenangnkan.

F A I T H L E S S

CHANGMIN tersenyum lalu melambaikan tanganya. Seorang yeoja yang baru membuka pintu café segera mengangguk dan berlari menghampirinya.

“Sudah lama?” Tanya gadis itu ketika duduk di kursi di hadapanya. Changmin lalu tersenyum lebar. ”Tentu saja, tapi itu karena aku tak kan membuatmu menunggu” jawabnya.

Choi Sooyoung menatap Changmin sebal. “Ya! Kau bicara seolah kita sudah lama tak bertemu saja!”

“Kita memang sudah lama tak bertemu, Sooyoung ah” angguk Changmin. Gadis di hadapanya memutar bola matanya.

“Pabo Shim Changmin. Memangnya siapa yang minggu lalu melambai pada semua di bandara lalu tersandung koper Victoria eonni saking semangatnya pulang ke Korea, hmn?” sahut Sooyoung lagi. “Kau memang tak cocok dengan LA” lanjutnya.

Changmin tertawa mendengarnya. ”Hei, hei. Waktu itu Victoria noona berjanji menunjukan sebuah…”

Alis Sooyoung mengkerut kala Changmin menghentikan kalimatnya. Pemuda itu terlihat seperti baru menyadari satu hal. ”…Sebuah?”

”Sebuah café, café ini” Changmin tiba-tiba nyengir. “Victoria noona waktu itu bilang, katanya ada restoran baru yang menunya asyik. Jadi dia ngajak aku ke sini begitu ada waktu. Karena itu, aku juga mengajakmu ke tempat ini” jelas maknae DBSK itu.

Sooyoung mengangguk. ”Berarti kau yang harus membayar makananku nanti.”

”Nde? Kenapa aku?” protes Changmin tak rela.

”Siapa suruh ngajak ketemuan di cafe ini?” bela Choi Sooyoung. Gadis itu mengangkat bahu seolah tak terima di bantah.

”Nah, tunggu sebentar,” sahut Changmin. Pemuda itu mendekatkan dirinya ke arah Sooyoung. Keduanya bahkan belum memesan apa pun. ”Memangnya siapa yang tiba-tiba menelponku lalu minta ketemuan, hmn? Bukanya kau yang harus mentraktirku?”

Sooyoung langsung cemberut. ”Ya! Aku kan nggak minta ketemuan di tempat ini, oppa” tukasnya. “Baiklah. Aku yang bayar makananmu. Tapi oppa harus jawab semua pertanyaanku.”

Kedua alis Changmin terangkat. ”Pertanyaan?” tanyanya, yang disusul anggukan oleh Sooyoung. ”Nde, pertanyaan.”

Shim Changmin menatap Choi Sooyoung sejenak sebelum mengangguk. ”Oke.”

F A I T H L E S S

”KERJA bagus, Seohyun-ssi,” ujar sutradara tepat ketika syuting baru saja berakhir. ”Jadwal syuting berikutnya sudah kuberikan pada manajermu.”

Gadis yang bersangkutan tersenyum senang. ”Nde, terima kasih, Ahjussi. Kalau begitu aku pulang dulu, ya. Permisi,” katanya.

Sutradara sitkom tersebut mengangguk lalu berkata ”Hati-hati,” yang dibalas senyuman dari gadis itu. Seo Joohyun merasa syuting hari ini sungguh menyenangkan. Semuanya berjalan lancar dan mulus. Entah kenapa hatinya juga terasa tenang dan damai.

Gadis itu tiba-tiba menghentikan langkah sepuluh meter dari sutradara. Staff-staff lain masih berkeliaran di sekelilingnya untuk membereskan peralatan lain. Seohyun melirik jam tanganya sekilas. Sekarang pukul 3 sore. Gadis itu mengangkat wajah dan terkesiap menatap seseorang.

”Kyu… Kyuhyun oppa?” panggilnya kaget. Pemuda yang dipanggil menoleh dan tersenyum menyeringai. ”Hei, Seohyun ah,”

Seohyun menghampiri pemuda itu bersamaan dengan Kyuhyun yang bangkit dari duduknya. Gadis itu memperhatikan seorang staff yang tadi duduk bersama Kyuhyun menepuk pundak pemuda itu lalu pergi.

”Sedang apa oppa di sini?” tanyanya cemas ketika mereka tinggal berdua. Sudah 5 jam berlalu sejak ia memulai syuting. Tidak mungkin Kyuhyun menunggunya selama itu, kan?

”Menunggumu, tentu saja” sahut Kyuhyun. Keduanya lalu berjalan beriringan menuju tempat parkir mobil. ”Hari ini kan aku sopirmu.”

Seohyun berhenti berjalan. Gadis itu menatap Kyuhyun tak percaya. ”Oppa menungguku selama… 5 jam?” tanyanya. Kyuhyun mengangguk. ”Sendirian?”

Orang yang ditanya tertawa. ”Hahha, staff di sini kan banyak. Mereka mengajariku banyak hal. Lagi pula aku jadi bisa mengawasimu,” dapat Seohyun rasakan pipinya merona.

”Jadi kalau eonnideulmu bertanya apa yang aku lakukan, dengan bangga bisa kujawab bahwa aku menjagamu.”

Seohyun melipat bibirnya yang menganga. Ia tak menyangka bahwa pemuda ini sungguh baik padanya.

Tak dapat Seohyun bayangkan apabila ia yang ada di posisi Kyuhyun dan menunggu seorang gadis selama 5 jam. Apalagi gadis itu bukan siapa-siapa baginya, melainkan hanya sahabat pacarnya saja. Jadi yang dapat Seohyun katakan hanya, ”Go… gomawo oppa.”

Melihat kesungguhan Seohyun dan matanya yang berkaca-kaca, Kyuhyun jadi salah tingkah. ”Eh, iya, sama-sama” ujarnya gagap. Kyuhyun lalu menatap Seohyun dari bawah ke atas.

”Kau pasti belum makan,” simpul Kyuhyun. Seohyun mengangguk. ”Baiklah, sebagai bayaran atas penantianku selama 5 jam, kau harus mentraktirku makan. Ayo!”

Pemuda itu mengajak Seohyun makan di restoran pinggiran tak jauh dari tempat syuting. Keduanya, yang sama-sama capek, makan dengan lahap dan nikmat.

”…Nanti kukabari lebih lanjut. Tapi nanti kalau sudah kuberi tahu, kau harus siap menemui penulis itu di waktu dan tempat yang sudah kutentukan. Waktunya tidak bisa diubah, karena itu kau harus meluangkan waktu meskipun saat itu kau ada jadwal.” jelas Kyuhyun ketika mereka sedang berjalan ke kasir.

”Penulis itu orang sibuk. Susah meluangkan waktu untuk bertemu mereka. Jadi manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.” Lanjutnya.

Seohyun mengangguk bersamaan dengan penjaga kasir yang menyebutkan jumlah uang yang harus mereka bayar. “Nde, tapi bukanya oppa juga orang sibuk, ya? Berarti susah untuk bertemu Kyuhyun oppa, kan?”

Kyuhyun langsung nyengir lebar. ”Memang susah jadi orang sibu—ya! Apa yang kau lakukan?” protes pemuda itu ketika Seohyun menyerahkan uang untuk membayar. Gadis itu mengerutkan alis dan menarik kembali tanganya.

”Membayar makan, tentu saja. Kan tadi oppa minta ditraktir.”

Decakan kesal meluncur dari mulut Kyuhyun. ”Haish, aku kan hanya bercanda. Sudah, biar aku saja yang bayar!”

Seohyun yang memang terbiasa tak memberontak langsung menurut. Gadis itu melihat Kyuhyun yang hendak mengeluarkan dompet dari kantong celananya tiba-tiba terkesiap. Ia lalu meraba kantong celana dan jaketnya panik.

Ketika tak menemukan apa-apa, pemuda itu menatap Seohyun pucat. ”Wae? Kenapa oppa?” tanya Seohyun, kedua alisnya mengkerut.

Kyuhyun menelan ludah. ”Dompetku… dompetku tidak ada.”

F A I T H L E S S

”…KYUHYUN, Victoria noona, Minho, Yunho hyung, Jaejoong hyung, Junsu hyung, Yesung hyung… dan kau.” jawab Changmin kala Sooyoung bertanya siapa saja orang terdekat Changmin di SM.

Sooyoung tertegun ketika Changmin menyebutnya sebagai orang terdekatnya. Rasanya mereka tak sedekat yang Changmin katakan. Gadis itu berusaha menyembunyikan kagetnya dengan berdehem.

”Ehm, baiklah. Pertanyaan selanjutnya. Apakah, eh, kau sudah punya pacar?”

Choi Sooyoung menatap Changmin ragu. Tujuan awalnya menemui Changmin adalah memastikan satu hal.

Gadis itu hendak memastikan apakah benar yang dikatakan Sungmin beberapa hari lalu. Bahwa Kyuhyun mengaku single dan tak pernah meproklamirkan hubungan keduanya. Dan hati Sooyoung tentu berharap bahwa itu tidak benar.

Rasanya sulit untuk memancing Changmin mengatakan hal itu. Makanan mereka sudah lama habis dan gadis itu bahkan belum sempat menanyakanya.

Changmin tertawa ditanya seperti itu. Giginya yang putih nampak ketika tertawa dan itu membuat jantung Sooyoung semakin berpacu. Gadis itu takut menerima kenyataan bahwa Kyuhyun sudah berbohong padanya.

”Hahha, apakah ini pacar nyata atau pacar impian?” Changmin justru balik bertanya padanya. Sooyoung mengerutkan alis tak paham. ”Kalau pacar nyata aku tak punya. Tapi kalau pacar impian ada” jawabnya sendiri.

Sontak Sooyoung berkata, ”Siapa?”

Hening beberapa saat sebelum Changmin berkata, ”Kau.” Oke, ini sudah di luar jalur. Bukan hal ini yang sebenarnya ingin Sooyoung ketahui. Kenapa bicara dengan Changmin susah sekali, sih?

”Tapi itu juga tak mungkin, karena kau milik eonnimu” lanjut Changmin. Sooyoung langsung terkesiap. Bukanya yang benar adalah ’Karena kau milik Kyuhyun’?

Gadis itu menarik nafas, bersiap meluncurkan pertanyaan berikutnya sembari memantapkan hatinya.

”Apakah sahabat yang tadi kau bilang itu punya pacar? Se.. sebutkan.”

Changmin mengangkat alis karena Sooyoung berkata gagap, dan pertanyaan yang dilontarkanya aneh.  Tapi ia tak menghiraukanya dan malah langsung menjawab. ”Umn, Vic noona punya Nickhun, Minho tidak punya, Kyuhyun juga…”

Sooyoung menelan ludah.

”…Mengaku single.”

Sooyoung merasa waktu berhenti baginya. Seolah jantungnya berhenti berdetak dan oksigen tak lagi terasa di sekitarnya. Lebay memang. Tapi Sooyoung sungguh-sungguh terkejut dan ia tak berniat untuk menutupinya.

Dadanya sesak dan Sooyoung butuh bernafas. Ketika mengangkat kepala ia sudah berada di toilet. Matanya menangkap sesosok gadis cantik tengah menatapnya di kaca. Wajahnya pucat dan syok. Itu justru membuat Sooyoung semakin tertekan.

Kepastianya kini seratus persen. Bahwa Kyuhyun tak menganggapnya dan pemuda itu juga mempermainkanya, seperti yang dibilang Jessica.

Tiba-tiba amarah mengudara di ujung rambutnya. Jadi selama ini Kyuhyun hanya memanfaatkanya? Hah. Selama ini keduanya sudah bersikap mesra dan itu semua bohong?

Lalu bagaimana dengan janji indah yang Kyuhyun lantunkan padanya dulu? Pemuda itu memang kurang ajar dan Sooyoung butuh penjelasan.

Dengan cepat disambarnya ponsel dan ditekanya angka 1, tempatnya menaruh nomor Kyuhyun. Sooyoung berdecak kesal kala Kyuhyun tak juga menjawab telponya. Sudah lebih dari 5 kali ia memanggil tapi tak satu pun dijawab.

Apakah pemuda itu menghindarinya? Sial. Ke mana perginya lelaki itu?

F A I T H L E S S

”OPPA, coba telpon orang di rumah, baragkali saja dompetmu tertinggal di dorm,” usul Seohyun pada Kyuhyun.

Keduanya saat ini sedang beristirahat setelah 30 menit lebih mencari dompet Kyuhyun ke sana ke mari. Mereka kembali ke tempat syuting Seohyun dengan harapan dapat menemukan dompet itu di sana. Namun nihil.

Mobil Kyuhyun pun sudah mereka bongkar dan tetap tak membuahkan hasil. Setelah melibatkan hampir seluruh staff syuting, berakhirlah keduanya dengan keringat bercucuran dan tangan kosong.

Kyuhyun menatap Seohyun ragu. ”Tidak perlu, aku yakin sudah membawa dompet itu tadi” tukasnya.

”Tidak ada salahnya mencoba kan, oppa? Memang dompet itu isinya apa saja?” melihat wajah Kyuhyun yang berubah semakin cemas membuat Seohyun ikut khawatir.

”Semua hartaku di sana. Kartu kredit, SIM, KTP, STNK, kwitansi pembayaran segala hal, flashdisk, kunci rumah, uang…” jawabnya lesu.

Seohyun tertegun mendengarnya dan tak bisa membayangkan sebesar apa dompet Kyuhyun sebenarnya. Dan betapa ruginya pemuda itu jika dompetnya benar-benar hilang.

”Ka..kalau begitu, kita telpon polisi. Aku tak yakin tapi mungkin saja… dompermu di copet, oppa.”

”Aku tidak sebodoh itu sampai tak sadar bahwa ada yang mengambil dompetku. Sudah kukatakan itu tak mungkin.” sahutnya.

”Ya, sudah. Kuturuti saranmu,” putus Kyuhyun, disusul anggukan dari gadis di sebelahnya. Pemuda itu merogoh kantong namun tak menemukan ponsel. Kyuhyun bahkan menarik keluar kantong jaketnya dan tak menemukan apa-apa.

”Se.. Seohyun ah,” panggilnya. ”…Ponselku juga hilang.” Seohyun menoleh dan terkesiap. Wajah Kyuhyun kian pucat dan rasa cemas gadis itu makin membuncah. Ponsel Kyuhyun juga tak ada? Apa yang harus ia lakukan?

Gadis itu menggigit bibir lalu menarik ponsel dari tasnya. ”Kyuhyun oppa, pakai ponselku saja.” pinta Seohyun panik. Ia mengulurkan ponsel itu pada Kyuhyun bersamaan dengan bunyi panggilan yang berdering dari ponselnya. Seohyun langsung menjawab telpon itu sebelum ponselnya melompat.

”Ha..halo?” jawab Seohyun, setengah berteriak karena rasa panik dan kagetnya beradu campur. Gadis itu berbalik kemudian menjauhi Kyuhyun untuk bicara dengan sang penelpon.

Orang di seberang telpon terdengar seperti menghembuskan nafas lega. ”Seohyun ah, kau kah itu? Ini aku, Lee Sungmin, sunbaemu dari Super Junior.”

Seohyun mengangguk. Namun karena ia sadar Sungmin tak bisa melihatnya, Seohyun menyahut. ”Nde, sunbae. Ada apa?”

”Begini, apakah saat ini kau sedang bersama Kyu—”

Seohyun mengerutkan alis ketika kata-kata Sungmin terputus. Gadis itu semakin heran kala kalimat berikutnya yang terdengar adalah, ”—Berikan padaku, Sungmin ah. Biar aku bicara dengan maknae.”

”Halo?” ujar orang itu. Suaranya terdengar familiar tapi ia tak ingat siapa pemiliknya. Dan orang itu hendak bicara dengan maknae? Maksudnya Seohyun?

”Ya, maknae! Sudah kubilang berapa kali kalau kau pergi jangan lupa dengan jadwal kita. Enak saja kau pergi nyelonong dan bolos latihan begitu. Kau kira meluangkan waktu untuk kita latihan bersepuluh itu mudah, hah?! Pikirkan perasaan member lain, dasar bodoh,”

Seohyun bingung. Rasanya hari ini ia tak ada jadwal latihan bersama SNSD. Suara orang itu berat, pasti laki-laki. Tapi kenapa ia bicara padanya seperti itu? Ia hapal betul suara manajernya dan itu pasti bukan ia. Dan sejak kapan member mereka berubah jadi sepuluh?

”Eh, mianh—”

”—Tidak ada kata maaf! Pokoknya pulang sekarang juga, atau katakan selamat tinggal pada PS, PSP, Game online, laptop, tab dan semua gadget mu itu. Sudah tahu jam 12 kita ada latihan, masih berani juga pergi berkeliaran.

”Dan apa pula itu? Kutelpon berkali-kali tak diangkat. Ternyata ponselmu ada di kamar, di sebelah dompetmu. Haish, masalahmu buatku pusiang saja. Ya, Cho Kyuhyun! Pulang sekarang! Kutunggu.”

Telpon itu langsung ditutup bahkan sebelum Seohyun sempat mengatakan apa pun. Gadis itu menduga orang yang tadi menelpon adalah Leeteuk, atau siapa pun di Super Junior yang senang mengurusi Kyuhyun, selain Sungmin tentunya.

Seo Joohyun memutar badan dan langsung berhadapan dengan Cho Kyuhyun. Ia tak pernah merasa sesebal ini berhadapan dengan pria, tak terkecuali ayahnya.

Bagaimana mungkin seorang lelaki dewasa sepertinya meninggalkan dompet dan ponselnya di rumah lalu mengaku benda itu dicuri—atau sebut saja—hilang?

Gadis itu menarik nafas dalam lalu memanggil Kyuhyun, berusaha untuk terdengar selembut mungkin. ”Oppa…”

”Ne, Seohyun ah. Bagaimana ini, ponsel dan dompetku belum ketem—”

”…Pabo Cho Kyuhyun!”

F A I T H L E S S

”AKU baik-baik saja, Changmin oppa” sahutnya entah untuk yang ke berapa kalinya. ”Jawab saja pertanyaanku lalu aku akan pulang dan istirahat, seperti yang kau bilang.”

Shim Changmin mengerutkan alis tak senang. Ia sudah tahu ada yang salah dengan Sooyoung hari ini. Gadis itu tak tertawa lepas seperti biasa dan bicaranya cenderung kasar dan dingin. Semua bertambah aneh kala Sooyoung kembali dari toilet dengan wajah pucat. Changmin yakin ada yang salah.

”Janji akan langsung pulang dan istirahat di dorm?” pinta pemuda itu. Sooyoung mengangguk. ”Baiklah, akan kujawab.”

”Kalau pacarku berpaling pada pria lain, aku akan berusaha mendekati pria itu lalu bicara seolah aku dan pacarku tak punya hubungan apa pun. Aku akan mengikuti mereka setiap keduanya pergi berdua dan tak akan mau ketinggalan berita tentang mereka berdua.” jawab Changmin.

Choi Sooyoung mengangguk paham. Meskipun jawaban Changmin tidak sepenuhnya seperti yang ia harapkan, Sooyoung puas. Pemuda itu lalu mengantarnya pulang sementara Changmin sendiri pergi memenuhi daftar jadwal yang harus dilakukanya.

Sooyoung hanya memandangi gedung apartemenya dan tak berniat masuk. Gadis itu meraih ponsel dan kembali menelpon Kyuhyun. Mengetahui pemuda itu tak juga mengangkat telponya, Sooyoung mendesah.

Seperti sengatan listrik, Sooyoung tiba-tiba melonjak kaget. Ia baru sadar bahwa hari ini Kyuhyun pergi mengantar Seohyun ke tempat syuting. Apakah keduanya masih bersama saat ini? Kalau iya, persetan untuk Seohyun yang membuat Kyuhyun tak mengangkat telpon.

Benar, seperti yang dikatakan Changmin padanya barusan. Ia tak boleh kalah dengan Seohyun. Meskipun statusnya masih sebagai pacar Kyuhyun, hubungan keduanya saat ini sedang renggang dan pemuda itu bahkan tak mengakuinya sebagai pacar.

Choi Sooyoung tidak boleh kalah dengan gadis lugu macam Seo Joohyun. Ia harus melakukan sesuatu pada gadis itu.

Harus.

Bersambung

Halo, sepertinya semua udah pada baca part 4 ini ya, tapi tetap saya publish. Maaf bagi yang mengharapkan momen kyuyoung, di part berikutnya saya janji akan lebih memuaskan, (sooyoungnya maksud saya) =3

Well terima kasih sudah mau baca. Komentar, protes, masukan, dll nya ditunggu yaaa hehhe.

Ket: Home is in Your Eyes adalah judul lagu Greyson Chance, maaf saya minjem =p

Iklan

11 thoughts on “FAITHLESS 4th [Get Your Point]”

  1. HUAAA *gaje
    sebenernya gatau juga HUAA kenapa *aneh u,u
    still nice FF :3 sedikit nyesek bagian seokyu tapi apa yang bisa aku buat?:)
    Makin seruu.Soo apa yang akan kaulakukan? Jangan jahatin Seo T^T Keep to be nice sooyoungie :3
    Gak masalah kok moment KyuYoungnya dikit :3 hmm kalau ntar endnya gak Kyuyoung,Soo ama Chang boleh ya thor :3?
    Oke sekian^^

    1. Terserah Soo mau sama siapa, saya gk ikutan, dia sendiri yang milih XD
      ehehhe semoga Sooyoung tetep baik yaaa. btw big hug for you to comment and read my ff here. thankyouuuu ❤

  2. Spazzingin mana? aku bingung aku bingung aku bingung #pletakkk
    Oh iya perkenalkan. Aku reader lama. MiHyun imnida. Seumuran sama authornya deh ^_^
    Great. Daebak. Keren. 10 jempol buat kamu 😀
    WHY ? Karena feel-nyeseknya dapet.
    Kyu udah ketangkep banget kalo dia naksir uri Juhyun. Kalo nggak suka ngapain pake jadi supir 5 jam dengan persiapan buru buru sampe gak bawa hape dompet segala haha 😀 Bagus kyu, LANJUTKAN! #eeehhh
    Syoo. Nyesek. Udah ya. Kerasa banget nyeseknya, apalagi pas ketemuan sama Changmin dan kata kata “….. Mengaku Single..”
    harusnya biar lebih dramatis si Syoo langsung teriak trs bilang “APAAAKKKHH??” then changmin jawab ” ES I ENG EL E… SINGLE” | //DIBUNUH// |
    oke. maaf, abaikan yang tadi.__.
    Changmin. Okelah dia seems like lovey dovey ke Syoo. Aku pikir Chang mau nembak Syoo abis makan, eh Syoonya malah shock gini…
    Juhyun. Aku rada bingung. Kalo dibilang dia naksir Gyu seem belom terlalu, tapi kalo dibilang dia nggak naksir kyknya juga nggak. Setengah setengah gituu ;__;
    Makin kesini jadi One-Sided love ya. Chang->Syoo->Gyu->Joohyun. Aku harap nantinya Joohyun juga mulai bener bener suka sm Gyuu~
    Eh? kenapa jadi panjang gini komennya?? //siapdigetok// –V
    Intinya, SeoKyu ALWAYS. HAHA. Wires Jjang~
    WAJIB LANJUT! JANGAN PAKE LAMA~

    1. aigoo komenmu panjang buangets muahahhha but i like it ❤

      kita seumuran kah? wah tos dulu dong! *tos sama Choi Mi Hyun* ehehhe kesimpulanya lanjutanya masih belum jelas, kan? makanya pantengin trus blog ini ya, tunggu part 5 nya dataang =3
      thanks for your comment!

  3. masih penasaran ma prasaan kyu ke soo ataupun seo… Siapakah wnita yg bner2 ada dihati kyuppa saat ini??
    Untuk soo… So sad… bner2 hancur saat hubungannya sperti ga dianggap oleh kyu ataukah ini hanya salah paham?? Semuanya masih teka-teki yang hanya bisa dijawab oleh kyuppa n author…
    Ditunggu next partnya…

  4. Kyaa semakin tegang *eh
    Sooyoung-seohyun nya maksudnyaa
    Ada Changsoo moment nyempil hyaa (‾▿‾)-σ *changsoo shipper*
    Entah kenapa aku punya firasat kalo akhirnya seokyu :3
    Muahaha abis cocok
    Soo sama Chang aja /plak
    Btw itu kyuhyun dodol sampe lupa gitu-_-
    Update sooon yaa

  5. Krna aq seokyu shipper jadi aq dukung’y seo ama kyu jadian, tapi kyk’y ff ini lebih mendukung ke kyuyoung (-̩̩-̩̩-̩̩__-̩̩-̩̩-̩̩).

Mind to give me some advice?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s