FAITHLESS 5th [You Are Not Sorry]

Dua orang ini meminta maaf padanya. Sooyoung dan Kyuhyun mengucapkan permohonan maaf untuk Seohyun.

[penting] Author’s note: Bagi readers yang ingin mengambil fanfic ini keluar dari blog ini, di publish di blog lain misalnya. Mohon cantumkan nama authornya secara jelas. Sampai detik ini plagiat tidak dihalalkan. Mohon pengertianya, kita sama-sama menuai karya, jadi kita saling menghargai =3

F A I T H L E S S

Seo Joohyun, Cho Kyuhyun and Choi Sooyoung

Standar Disclaimer Applied

2012©Ninischh

Present

Faithless 5th: You Are Not Sorry

JAM baru menunjukan pukul lima pagi hari itu dan hampir semua member masih tertidur pulas. Kecuali Hyoyeon yang pergi ke supermarket untuk belanja dan Taeyeon di kamar yang sedang mengerjakan tugas kuliah.

Jadi kesimpulanya di ruang tengah ini hanya ada Sooyoung, cemilanya, televisi yang menyala dan ponsel Seohyun. Beberapa menit yang lalu entah kenapa ia terbangun dan tak bisa tidur lagi. Ketika pergi ke luar kamar matanya menangkap ponsel Seohyun di atas meja. Sooyoung menelan ludah. Godaan untuk membuka dan segera membaca pesan di ponsel itu semakin bertambah besar.

Choi Sooyoung meraih ponsel Seohyun ragu. Tanganya agak gemetar dan Sooyoung merasa tanganya ini sadar yang saat ini dilakukanya adalah sebuah kesalahan. Namun itu tidaklah penting. Kyuhyun lebih penting daripada ponsel Seohyun dan ia sadar betul akan hal itu.

Seohyun sudah semakin dekat dengan Kyuhyun sementara Sooyoung sendiri belum berbaikan dengan Kyuhyun. Keduanya sudah tidak bertemu selama dua minggu lebih dan tidak ada telpon sama sekali. Pemuda itu sibuk dengan debut aktingnya di drama musikal juga persiapan untuk comeback Super Junior-M, dan SNSD juga sedang mempersiapkan comeback mereka yang sudah dekat.

”Dengar Choi Sooyoung, kau hanya melihat pesan dari Kyuhyun oppa, tak lebih,” ujar gadis itu lebih pada dirinya sendiri.

Tadi malam Seohyun terdengar mengobrol dengan Kyuhyun di telpon. Suaranya memang samar namun Sooyoung tanpa sengaja mendengar gadis itu menyebut nama Kyuhyun. Begitulah.

Beruntungnya Sooyoung, Seohyun tidak mengunci ponsel itu dengan password atau semacamnya. Dengan mudah ia dapat membuka inbox gadis itu dan menemukan beberapa pesan dari Kyuhyun. Pesan baru dari pemuda itu berbunyi:

’Jangan lupa datang ke cafe xxx jam 1 siang besok. Aku sudah bersusah payah meluangkan waktu untuk pertemuan ini, Seohyun ah. Jadi luangkan waktu, oke?’

Alis Sooyoung seketika berkerut. Kedua insan itu hendak bertemu? Di sebuah cafe? Dan Kyuhyun sudah susah payah meluangkan waktu untuk pertemuan itu? Ini pasti pertemuan penting. Darah Sooyoung terasa terbakar ketika membaca ulang pesan itu.

Kyuhyun hendak bertemu dengan Seohyun sementara dua minggu terakhir ini pemuda itu bahkan tidak menyapanya. Kurang brengsek apa coba lelaki itu, huh?

Kyuhyun adalah pacarnya dan ia berhak mengetahui hubungan pemuda itu dengan gadis lain selain ia. Yang seharusnya merasa bersalah adalah Seohyun. Gadis itu berencana bertemu diam-diam dengan Kyuhyun di belakangnya. Apakah ini bukan selingkuh namanya?

Sekarang jam setengah delapan dan Hyoyeon sudah pulang dari supermarket. Tiffany baru saja keluar kamar dan sekarang sedang ada di kamar mandi. Hyoyeon di dapur memasak sarapan seperti biasa.

Member SNSD lain tak ada yang curiga bahwa hubunganya dengan Kyuhyun sudah semakin renggang. Semenjak mereka menyuruh Seohyun untuk mendekati Kyuhyun, mereka tak pernah bertanya dengan perkembangan hubungan mereka dan Sooyoung juga tak pernah cerita. Mungkin mereka pikir dengan Seohyun datang mendekati Kyuhyun, hubungan Sooyoung dan Kyuhyun akan kembali harmonis meskipun itu tak berhasil.

Hubungan Sooyoung dan Kyuhyun justru bertambah parah dengan kehadiran Seohyun.

Ketika sedang memperhatikan televisi dengan pandangan kosong, tiba-tiba ponsel Seohyun bergetar. Refleks, Sooyoung mengangkat ponsel itu dan langsung membuka pesanya. Dari Kyuhyun, katanya dalam hati.

’Jam pertemuan di ubah. Datang saja jam sebelas di cafe yang sama, oke? Ingat, ini rahasia. Aku tunggu.’

Sooyoung menelan ludah. Kyuhyun mengubah jam pertemuan mereka. Pesan ini dikirim beberapa detik yang lalu jadi Seohyun tentu tak tahu, gadis itu saja belum bangun. Dan apa pula itu, pertemuan ’rahasia’? pemuda itu pikir mereka agen FBI, huh?

Otaknya sudah ingin pecah memikirkan apa yang akan mereka lakukan—mereka bicarakan—di cafe itu berdua. Tiba-tiba terbesit di otak Sooyoung untuk ikut ke pertemuan misterius itu. Seohyun belum tahu tentang perubahan rencana Kyuhyun. Jadi kalau ia menghapus pesan itu, maka Seohyun tak kan pernah tahu dan akan datang tetap seperti rencana awal, yaitu jam satu siang.

Dengan sekali klik, pesan tersebut hilang sudah. Ketika Sooyoung berhasil menghembuskan nafas lega, Tiffany muncul dari kamar mandi dan duduk di sebelahnya. Beberapa menit berikutnya Seohyun lari keluar kamarnya dan berseru, ”Eonni lihat ponselku, nggak?”

Sooyoung membeku.

F A I T H L E S S

”SEOHYUN ahh,” panggil Taeyeon. Leader SNSD tersebut menggoyang-goyangkan tubuh Seohyun sebelum kembali berkata, ”Seo Joohyun ah.”

Orang yang bersangkutan mengerang dalam tidurnya lalu membuka matanya sekilas. ”Waeyo eonni?” tanya gadis itu.

”Sekarang sudah jam setengah sembilan. Bukanya kau ada kelas jam 9 nanti?” bisik Taeyeon. Melihat adiknya tak kunjung merespon dan malah kembali menutup mata, gadis itu mengeraskan volume suaranya. ”Ya, Seohyun!”

Seo Joohyun lalu membuka matanya lebar-lebar dan melirik jam yang tergantung di dinding kamar. Gadis itu memalingkan wajahnya ke arah Taeyeon dan mendapati Leadernya itu tengah menatapnya khawatir. ”Ommoo, aku harus kuliah!” serunya panik.

Dalam tiga menit ke depan yang dilakukan Seohyun adalah bangkit dari kasur dan segera mandi. Gadis itu menarik pakaianya asal dan langsung mengenakanya. Semua buku yang ada di atas meja dimasukanya ke dalam tas. Seohyun menyisir rambut cepat sembari berjalan ke luar kamar.

”Pagi Seohyun ah,” sapa Tiffany yang sedang menonton televisi ketika Seohyun masuk ke ruang tengah. Tak mengindahkan sapaanya, Seohyun justru bertanya, ”Eonni lihat ponselku, nggak?”

Sooyoung yang sedang memakan cemilan mengangkat wajahnya dan menatap Seohyun. ”Itu,” sahutnya masih dengan mulut penuh kue. Ia menunjuk ke meja tepat di sebelah toples kue Sooyoung.

Seohyun menghembuskan napas kecil tanda lega sebelum menyambar ponselnya. ”Makasih, eonni” jawabnya singkat.

Ia kemudian mengikat rambutnya menjadi ekor kuda dan pergi ke rak sepatu SNSD. Tak peduli sepatu siapa yang diambilnya karena sepatu mereka banyak sekali—hampir ribuan atau bahkan lebih—Seohyun segera meraih sepatu tanpa hak yang ada didekatnya lalu mengenakanya.

”Seohyun ah, pulang jam berapa?” tanya Hyoyeon, muncul tiba-tiba dari dapur lengkap dengan celemek merahnya. ”Nggak sarapan dulu?”

”Nggak eonni, makasih” jawab Seohyun. Matanya sekilas menangkap jam dinding yang menunjukan pukul sembilan kurang sepuluh menit. ”Aku ada kelas sampai jam dua belas. Lalu sampai jam lima aku ada urusan. Mungkin pulang telat dan makan malam di luar.”

Hyoyeon mengangguk sementara Seohyun sudah loncat-loncat, nggak sabar untuk segera pergi ke luar dan berlari ke kampus. ”Eonni, aku berangkat dulu, ya.” pamitnya dan menyambar kenop pintu.

Sooyoung di ruang tengah pun dapat mendengar sepatu Seohyun bergema saking cepatnya gadis itu berlari.

F A I T H L E S S

KYUHYUN menyipitkan mata ketika seorang gadis tersenyum ke arahnya. Wajah gadis itu sungguh familiar dari jauh. Setelah gadis itu melangkah masuk ke dalam cafe dan berdiri di hadapanya, barulah ia sadar siapa gadis ini.

Choi Sooyoung. Pacarnya.

”Sooyoung,” ucapnya. Gadis itu mengangguk mengiyakan sebelum menoleh ke arah kursi kosong di hadapan Kyuhyun. ”Boleh aku duduk, oppa?” tanyanya. Tanpa menunggu jawaban Kyuhyun gadis itu segera duduk.

Gadis ini, bagaimana bisa datang ke sini? Bukanya ia hanya memberitahu Seohyun, bukanya Sooyoung? Rasanya Kyuhyun sudah mencantumkan jelas-jelas bahwa pertemuan ini rahasia. Apa Seohyun memberitahukanya pada Sooyoung?

”Choi Sooyoung,” ulang Kyuhyun. Sooyoung tertawa sebelum kembali mengangguk. ”Aku di sini, Kyuhyun oppa. Apa kabar?” kata gadis itu sementara Kyuhyun tertegun.

Gadis ini pacarnya tapi mereka sudah tak berhubungan selama lebih dari dua minggu. Tak ada sms tak juga telpon. Di minggu pertama Kyuhyun memang lupa untuk menghubungi Sooyoung—saking sibuknya ia. Namun melihat Sooyoung tak menelpon atau memberinya sms membuat ia ragu. Kyuhyun mengira Sooyoung marah padanya dan ia pikir gadis itu sudah putus darinya.

Tapi melihat Sooyoung dengan santai menyapanya dan tersenyum membuat otaknya sibuk berpikir. Apakah Sooyoung tak marah padanya dan mereka tetap… eh, pacaran?

”Kau pacarku, Choi Sooyoung, kan?” katanya, menekan kata ’pacar’ di kalimat barusan.

Sooyoung tersenyum. ”Humn. Aku Choi Sooyoung, pacarmu.” sahut gadis itu.

Jawaban Sooyoung membuat Kyuhyun yakin. Pemuda itu menghembuskan nafas lega—resah, ketika seseorang berceletuk, ”Jadi ini gadis yang kau bilang hendak bertemu denganku? Pacarmu?”

Keduanya serentak menoleh—dan Sooyoung tersentak. Seorang pemuda berumur 30-an berdiri di samping Kyuhyun. Menatapnya dengan mata yang disipitkan. Sementara tanpa sepengetahuan Sooyoung, Kyuhyun meringis dan merutuki dirinya sendiri.

”Ah? Eh, i… iya. Sooyoung ah, ini Taewoo-ssi. Taewoo-ssi, perkenalkan. Ini, eh, pacarku, Choi Sooyoung.” ucap Kyuhyun sekenanya setelah berdiri tegak.

Mati untuk Kyuhyun. Pemuda itu memang berkata pada Taewoo bahwa ada seorang gadis yang ingin bertemu denganya. Tapi Kyuhyun tak menyebutkan bahwa nama gadis itu ialah Seohyun. Sebenarnya ini kabar baik, mengetahui bahwa Taewoo merupakan ’kutu buku’ yang tidak begitu mengenal artis. Tapi masalahnya Sooyoung itu bukan tipe gadis pecinta buku. Jadi, eh..

”Perkenalkan, namaku Ma Taewoo, penulis buku Home Is In Your eyes. Senang bertemu denganmu,” kata pemuda itu sambil meraih tangan Sooyoung dan menjabatnya. Suasana hati Sooyoung nampaknya sedang baik hari ini, jadi gadis itu membalas jabatanya dan tersenyum. ”Choi Sooyoung imnida.

”Aku baru dari toilet,” Kata Taewoo. Sooyoung baru sadar bahwa tas pemuda itu tergeletak di kursi di sebelah kursi Kyuhyun. Jadi Sooyoung duduk menghadap Taewoo dan Kyuhyun. ”Jadi, apa kabar?”

”Baik,” sahut Sooyoung. ”Home Is In Your Eyes? Rasanya aku pernah dengar. Ah, iya. Seohyun sering membaca buku itu di rumah.” kata Sooyoung setelah ketiganya kembali duduk.

”Lho? Jadi kau belum pernah membacanya? Lalu kata Kyuhyun-ssi, eh…” Taewoo lalu menatap Kyuhyun curiga. Merasa aneh, Sooyoung juga ikut menatap Kyuhyun tak paham.

Oh, crap!

Kyuhyun menelan ludah. Pemuda itu mengangkat wajah dan balik menatap Sooyoung juga Ma Taewoo. ”Yah, jujur saja. Sebenarnya yang ingin bertemu denganmu itu bukan Sooyoung pacarku, tapi orang lain,” katanya berusaha bersikap santai sementara jantungnya berdegap keras.

”Oh, begitu. Jadi kau mengajak pacarmu juga untuk bertemu denganku. Humn,” angguk Taewoo paham. Kyuhyun merasakan bulu kuduknya berdiri ketika dirasakanya Sooyoung menatapnya tajam. Pemuda itu segera menoleh ke arah Sooyoung namun gadis itu malah tengah menatap ke arah lain.

”Oh, iya. Kalau tidak salah yang kau bilang ingin bertemu denganku itu seorang gadis, kan? Yang kau maksud ini bukan pacarmu, lalu siapa? Gadis lain?” ceteluk Ma Taewoo tiba-tiba. Sontak Kyuhyun dan Sooyoung segera menoleh ke arahnya kaget. Orang lain mungkin tak kan paham, tapi lelaki juga pernah merasakan panik.

”Gadis lain? Ya, Kyuhyun oppa, apa maksudmu?!” seru Sooyoung keras. Suaranya yang besar membuat pengunjung lain ikut menatap ke arah mereka. Ya, ampun. Tak sadarkah Sooyoung bahwa gadis itu dan Kyuhyun merupakan artis besar yang beritanya dicari banyak wartawan?

”Oh? Pacarmu itu tak tahu, ya? Jadi kau selingkuh?” lanjut Taewoo.

Kyuhyun berdecak kesal. Omongan Taewoo kasar dan ceplas-ceplos pula. Seketika rasa jengkel itu menjalar ke seluruh tubuhnya.

Dasar penulis sialan!

F A I T H L E S S

JAM satu kurang lima menit. Hari lembap dan kelihatanya akan hujan. Ah, sudahlah. Kalau Seohyun bisa mencapai cafe itu sebelum hujan turun, maka beruntunglah ia.

Seo Joohyun berlari ke luar stasiun kereta secepat mungkin. Gadis itu menoleh ke kanan dan kiri, memperhatikan daerah sekitar dan mengingat-ingat letak cafe tempatnya akan bertemu dengan Kyuhyun. Ah, memikirkan Kyuhyun entah kenapa membuat hatinya senyum-senyum sendiri.

Gadis itu mengambil langkah ke arah kiri sebelum berlari kilat. Kyuhyun sudah bersusah payah meluangkan waktu hanya untuk mempertemukanya dengan Ma Taewoo, penulis buku Home is In Your Eyes. Oh, ya ampun. Eonnideulnya pun tak tahu betapa Seohyun sangat menyukai buku itu. Bertemu dan mengobrol langsung dengan sang penulis merupakan impian terpendamnya. Dan Kyuhyun berhasil mewujudkan itu untuknya.

Selama perjalanan dari kampus tadi, Seohyun terus saja memikirkan apa yang akan ia katakan ketika bertemu dengan Ma Taewoo nanti. Mereka nanti akan duduk bertiga—ia, Kyuhyun dan Ma Taewoo—dan rasanya pasti akan canggung. Jadi selama di kereta Seohyun sudah menyiapkan daftar pertanyaan dan topik apa saja yang akan mereka bahas.

Oh, iya. Seohyun lupa bahwa Kyuhyun sangat bisa mengendalikan pembicaraan. Jadi suasananya nanti pasti akan santai dan sangat menyenangkan. Membayangkanya saja membuat gadis itu tersenyum.

Seohyun berhenti berlari di sebuah halte tepat di seberang cafe itu. Gadis itu membungkuk sejenak untuk mengantur napasnya yang terengah-engah sebelum mengangkat kepala. Seohyun tersentak dan kedua matanya membulat kaget. Kyuhyun dan kakaknya, Sooyoung, sedang saling berteriak di depan cafe.

Dan bersamaan dengan dilihatnya pemandangan itu, hujan turun.

Gadis itu mengerutkan alis mendengar teriakan keduanya yang hilang teredam hujan. Apa yang dilakukan Sooyoung di sini? Apakah Kyuhyun juga memberitahu Sooyoung tentang pertemuan ini? Lalu kenapa keduanya nampak seperti sedang… eh, bertengkar?

“Sooyoung eonni!” seru Seohyun, berusaha melambaikan tanganya dari seberang jalan. Nampaknya Sooyoung tak mendengar karena gadis itu tak menolehkan kepalanya sedikit pun. “Kyuhyun oppa!” pekiknya lebih keras. Seohyun mengerutkan bibir karena Kyuhyun bahkan tak berkedip sekali pun.

Gadis itu menelan ludah. Risikonya adalah tubuhnya akan dilumuri air, apabila ia nekat menyembrang dan mendekati kedua kakaknya—temanya—rekan kerjanya.

Akhirnya Seohyun memutuskan untuk menyebrang dan menyapa mereka. Lagipula gadis itu memang berkepentingan dengan Kyuhyu saat ini. Ia sudah janjian untuk bertemu dengan Ma Taewoo, penulis itu, benar kan?

“Eonni, oppa,” panggilnya ketika sudah sampai di seberang. Dingin air hujan menyambutnya ketika berlari menyebrangi jalan. Jaket merahnya basah, begitu juga celana jeans yang dikenakanya. Ya, ampun. Seohyun terlihat seperti baru mandi saja.

“Se.. Seohyun ah,” suara yang dikenalinya sebagai milik Kyuhyun pun terdengar. Tatanan rambutnya berantakan ketika Seohyun memalingkan wajah dan tersenyum kecut ke arahnya. “Kyuhyun oppa, Sooyoung eonni. Sedang apa di sini? Kalian bertengkar?”

Sooyoung menatap Seohyun tajam sebelum gadis itu menarik bibirnya ke atas sedikit. “Seo Joohyun,” sapanya, dengan nada yang bahkan bisa membuat singa bergidik.

Memejamkan mata, lalu menarik napas panjang. Ketika kelopaknya terbuka, Seohyun kaget menatap Sooyoung yang menangis.  Gadis itu menangis, kakaknya yang paling ceria ini menangis. Ada apa sebenarnya?

“Kau lihat Kyuhyun, oppa? Kau lihat?” bisik Sooyoung. Seohyun berpaling pada Kyuhyun dan menemukan pemuda itu dengan alis mengkerut, nampak kikuk sekaligus cemas. “Gadis ini datang padamu. Orang yang sedari tadi kau tunggu-tunggu, yang membuatmu bahkan tak menyadari keberadaanku. Gadis ini datang, oppa. Seohyun datang.”

“Sooyoung ah,” Kyuhyun melangkah mendekat sementara Sooyoung yang melangkah mundur.

Sooyoung menggeleng pelan. Dengan air mata yang membahasi pipinya, dan suara pantulan air hujan yang terdengar miris justru membuat Seohyun ingin ikut menangis. Sebenarnya ada apa? Dua orang ini kenapa?

“Tidak. Seohyun lah yang sedari tadi kau tunggu, bukan aku. Bukan Choi Sooyoung, oppa.” Gadis itu semakin melangkah mundur. Dada Sooyoung bergemuruh. Hujan terjadi di raga dan hatinya. Segalanya basah dan perih. Menyesakan dada sampai terasa nyeri.

“Pergilah denganya, oppa,” kata Sooyoung lagi. Gadis itu lalu berpaling pada Seohyun dan tersenyum. “Maafkan aku, maknae ah.”

Dan setelah kalimat itu, Sooyoung menautkan mulutnya dengan tangan. Menahan air mata dengan tangan sebelum mulut dan tubuhnya berkata lain. Ia berbalik dan melangkah pergi.

Kyuhyun tersentak. Dua gadis ini berdiri di hadapanya. Menatapnya dengan hati bertanya-tanya apa yang hendak Kyuhyun lakukan. Sejujurnya Kyuhyun bukan tipe pria seperti ini. Ia tidak bermain cinta. Ia bahkan hanya sekali menjalin hubungan khusus dengan seorang gadis, sebelum Sooyoung.

Jadi ketika ada dua gadis memintanya memilih, Kyuhyun tentu panik. Entah sejak kapan mereka masuk dan menyelimuti hatinya dengan kasih sayang, yang membuat Kyuhyun tak ingin kehilangan satu pun dari mereka.

“Sooyoung ah!” serunya panik kala Sooyoung berlari pergi. Pikiranya menyuruh Kyuhyun mengejarnya, logisnya sebagai pacar ia harus menahanya. Tapi ketika Seohyun memanggil, “Kyuhyun oppa,” pikiranya seketika pecah.

Seohyun menatapnya takut. Matanya merah, bajunya basah oleh hujan, rambutnya berantakan dan gadis itu pasti kedinginan. Apalagi sekarang bulan September, waktu terdingin ketika salju hendak menyapa.

Ia tahu Sooyoung sudah mulai jauh. Kyuhyun harus mengejarnya. Ia meyakinkan diri untuk mengejarnya.

“Maaf, Seohyun ah,” dan seketika itu ia berlari menyongsong Sooyoung.

F A I T H L E S S

DUA orang ini meminta maaf padanya. Sooyoung dan Kyuhyun mengucapkan permohonan maaf untuk Seohyun.

Setelah Kyuhyun berlari pergi mengejar Sooyoung, Seohyun terdiam di tempat. Maksud kejadian barusan apa? Kenapa keduanya meminta maaf pada Seohyun? Mereka salah apa padanya?

Badanya menggigil karena dingin. Seohyun merapatkan punggungnya ke dinding cafe dan mengangkat wajah. Hujan masih mengguyur Seoul, juga mengguyur hatinya. Kejadian tadi entah kenapa membuat Seohyun ikut sedih. Sooyoung jelas tak mengharapkan kedatanganya, dan Kyuhyun tak bersedia menemaninya. Pemuda itu malah mengejar Sooyoung.

Seohyun merapatkan mantelnya, meringkuk di depan cafe untuk memberikanya kehangatan lebih. Gadis itu menelungkupkan wajahnya dalam dan merasakan air matanya turun. Dadanya terasa perih dan sesak. Bernapas pun susah. Ia butuh udara untuk bernapas, ia butuh Kyuhyun untuk membuatnya tertawa…

Kring!

Suara pintu cafe yang terbuka menyadarkanya. Seohyun itu salah satu member girlgroup paling disegani se-Korea. Ia idola semua fansnya. Seo Joohyun adalah seorang public figur, semua orang mencari keberadaanya dan menginginkan berita tentangnya.

Ia orang yang kuat. Menangisi hal yang tidak perlu ditangisi itu buang-buang waktu. Jadi ia bangkit berdiri, menoleh ke arah pintu cafe dan tersentak.

Berdiri di sana seorang pria umur 30-an, memakai topi usang dan membawa tas hitam penuh, menatap kaget ke arahnya. Wajahnya familiar dan seketika Seohyun ingat tujuanya datang ke sini. Menemui pria ini.

“Seo Joohyun-ssi? Seo Joohyun So Nyuh Shi Dae?” kata pria itu.

Seohyun mengangguk dan tersenyum kecil. Menghapus air yang turun dari kelopak matanya, sebelum akhirnya membungkuk sopan. “Selamat siang, Ma Taewoo-ssi.”

F A I T H L E S S

DERAK air yang berdecak ketika Kyuhyun melangkah tidak menghentikan pemuda itu. Bahkan celana jins nya pun ikut basah, tapi ia tak peduli. Ia terus berlari mengejar seorang gadis, yang jaraknya semakin dekat dengan Kyuhyun.

“YA! SOOYOUNG AH!” serunya.

Kyuhyun merasakan napasnya yang memburu, bersaing dengan suara hujan yang kian deras. Satu langkah lagi maka ia sudah mengejar Sooyoung. “Choi Sooyoung!” bentaknya. Dirampasnya pergelangan tangan Sooyoung hingga gadis itu sontak menghentikan langkahnya.

Gadis itu membalikan badan paksa. “Hei,” kata Kyuhyun lagi. Kali ini lebih lembut. Sooyoung lalu mengangkat wajah dan Kyuhyun terkesiap. Air mata mengalir di wajah manisnya.

Sooyoung menangis karenanya. Karena Kyuhyun.

“Apa yang kau lakukan oppa? Kenapa kau kejar aku?” isak Sooyoung. Dengan alis mengkerut pemuda itu terus menggenggam tanganya. “Seohyun sudah datang. Bukankah kau memang mengundangnya?”

Keringat bercampur dengan air hujan turun ke pelipis Kyuhyun. Bukan ini yang ia inginkan. Ia sungguh tak ingin membuat Sooyoung menangis. Dan gadis itu juga. Dan Seohyun juga.

“Chagiya,” bisik Kyuhyun, meraih kedua pundak Sooyoung sementara suara tangis gadis itu teredam hujan.

“…Seohyun lebih berhak oppa, ia lebih pantas,” katanya lagi. Sooyoung menelungkupkan mulutnya dengan telapak tangan. “Ia datang untukmu, sementara aku hanya pengganggu.” Sahutnya.

Kyuhyun menggeleng, ia menggeleng kuat. Hatinya teringat Seohyun tapi yang ada dihadapanya ini adalah Sooyoung. Choi Sooyoung pacarnya. Setiap kalimat yang dilontarkan Sooyoung mengenai Seohyun menghantam Kyuhyun, dan sesering itu pula ia meyakinkan diri bahwa yang dilakukanya ini benar.

Ia bersama Sooyoung, dan itu adalah benar adanya.

“Aku bersamamu, aku yang harusnya ada untukmu, chagi” ucapnya. Dalam hati Kyuhyun terus merangkai kalimat di hati bahwa Sooyoung memang benar untuknya.

“Tapi Kyuhyun oppa, Seohyun menunggumu..”

Ya Tuhan, kenapa Sooyoung terus menyebut nama gadis itu? kalau Sooyoung masih mengucap nama Seohyun maka Kyuhyun pasti akan refleks menyebut nama itu juga. Jangan sebut namanya lagi. Otak Kyuhyun sudah penuh tentangnya.

“Tidak, tidak. Aku akan bersamamu” Kyuhyun memejamkan mata dan tanganya meraih Sooyoung dalam pelukan. Aku bersama Sooyoung, bersama Sooyoung.

Bukanya kehangatan, tapi dingin yang menjalar ketika keduanya bersentuhan. Kyuhyun jelas kebasahan karena hujan dan Sooyoung basah karena air mata. Awalnya aneh, tapi gadis itu membalas pelukan Kyuhyun seraya berbisik, “Kyuhyun oppa, Cho Kyuhyun.”

“Aku di sini” katanya. Sebisa mungkin Kyuhyun mentransfer kasih sayangnya dengen mengelus rambut Sooyoung. Pemuda itu menarik napas panjang sambil terus mengelus lembut. “Aku di sini, Seohyun ah.”

Tangis Sooyoung berhenti mendadak dan itu sukses membuat Kyuhyun tersentak. Sooyoung melepas pelukanya dan menatap Kyuhyun tak percaya. Bola matanya membulat, tatapanya tajam, Sooyoung menelan ludah terkejut.

“Seohyun, oppa? Kau pikir aku Seohyun?”

Kyuhyun terkesiap. Pemuda itu ikutan kaget menatap Sooyoung. Oh tidak, tidak. Apa yang barus saja dikatakanya. Apa yang dikatanya? Cho Kyuhyun bodoh. Bodoh!

“Tidak Sooyoung ah. Aku bilang Sooyoung, Sooyoung,” tekanya panik.

Tapi Sooyoung sudah terlanjut mendengar dan jelas ia tidak tuli. Gadis itu mulai menangis lagi dan kembali berlari, kali ini menuju van besar yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri. Mobil manajer Sooyoung.

“Sooyoung! CHOI SOOYOUNG, YA!” serunya. Kyuhyun berusaha kembali menahan Sooyoung namun kali ini gadis itu menolaknya kasar. Pemuda itu sudah hampir sukses menahan Sooyoung kalau gadis itu tidak masuk ke mobil.

Dan mobilnya melaju pergi.

Dengan nafas tercekat yang ngos-ngosan, Kyuhyun menatap kepergian mobil itu miris. Bagaimana mulutnya bisa berkata diluar kehendaknya? Ah, brengsek.

F A I T H L E S S

BERJALAN lunglai menyusuri koridor basemant gedung apartemenya, Seohyun yang biasanya rutin menyapa sang gadis resepsionis, kini bahkan tak mengangkat wajah sama sekali. Ia terus menunduk, memperhatikan air yang turun dari bajunya yang basah setiap ia melangkah. Sampai ia berdiri di depan lift dan menekan tombolnya.

Setelah berbincang sedikit dengan Ma Taewoo, yang jujur, Seohyun tak sanggup lagi berkata apa pun saking sedihnya. Ia lalu menelpon sang manajernya, yang langsung datang secepat kilat dengan mobil. Seohyun tetap diam meskipun manajernya ini bertanya macam hal karena cemas melihat keadanya. Dengan jaket milik manajernya yang tersampir di tubuhnya, ia kembali ke dorm.

Perjalanan dari lantai dasar ke dormnya lumayan jauh. Seohyun mengangkat wajah begitu masuk ke dalam lift. Berdiri di sini, ia jadi ingat ketika Kyuhyun mengajaknya bertaruh soal Sooyoung. Kyuhyun oppa… oh tidak, jangan lagi.

Gadis manis rambut panjang itu berjalan ke luar lift. Ia bisa membayangkan eonnideulnya yang kaget melihat baju Seohyun yang basah. Mereka pasti akan mencecokinya dengan berbagai pertanyaan khawatir.

Seohyun hendak meraih tombol intercom ketika gadis itu sadar satu hal. Pintu dormnya terbuka. Pintunya terbuka!

Ya ampun, ceroboh sekali eonninya ini. Seohyun baru hendak menyerbu masuk ketika ia mendengar suara Sooyoung yang perih di telinganya.

“Ia bahkan mengira aku Seohyun, eonni. Kyuhyun oppa bahkan memanggilku dengan nama Seohyun tadi!” pekik Sooyoung.

Seohyun terpaku di tempat. Maksudnya apa? Gadis itu menelan ludah dan mengurungkan niatnya untuk masuk.

Suara Sooyoung kembali terdengar. “Aku tidak bisa membiarkanya begini terus, eonni. Aku nggak mau, aku nggak bisa. Seohyun harus dihentikan! Kalau tidak.. kalau tidak…”

Dari celah pintu depan Seohyun dapat melihat seluruh member yang berkumpul memeluk Sooyoung untuk menenangkanya. Semua eonni nya ada di sana. Mereka semua duduk di ruang tengah, tanpa ada seorang pun yang ingat keberadaanya.

Dan mereka membicarakan Sooyoung dan Kyuhyun. Mereka mendukungnya. Semua ada di pihak Sooyoung. Bahkan Taeyeon.. bahkan Hyoyeon pun, orang yang paling dekat denganya, Yoona. Seohyun menunduk dan menemukan air yang masih menetes dari bajunya yang basah. Ia payah. Ia tak berarti. Member SNSD bahkan tak butuh dirinya.

“Biarkan saja dia sementara ini, Sooyoung. Kita sudah terlanjur menyuruhnya begitu, tak mungkin tiba-tiba kita menyuruh Seohyun berhenti.”

Tidak, hentikan saja semua ini. Seohyun tidak mau melanjutkanya. Ia takkan sanggup jika harus melakukanya untuk Sooyoung, kakaknya sendiri.

Tapi perkataan Jessica barusan tidak ada apa-apanya dibanding kalimat yang dilontarkan Hyoyeon berikutnya. Yang sungguh membuat jantung Seohyun berhenti berpacu dan kakinya yang gemetar karena lemas.

“Lagipula Seohyun tak mungkin bersama dengan Kyuhyun oppa, nggak mungkin.”

Dan tangis Seohyun pun kembali pecah.

To be continued (lagi)

Chapter terpanjang, tercepat proses pembuatanya, dan yang paling bertele-tele diantara semua chapter. Penghargaan terbesar buat yang udah mau baca sampe sini :*

I’ll wait for your advice as alwaysss

Ninischh

nb: oh iya ma taewoo it oc

Iklan

10 thoughts on “FAITHLESS 5th [You Are Not Sorry]”

  1. baca part ini bikin jantung dag dig dug jdeeer (?)
    wlaupun kyuppa memang melakukan yg seharusnya sebgai pcar tapi tetep aja nyesek pas dia ninggalin seo dlam keadaan sperti itu. #siap2 jwer kyuppa nanti.
    Kyuppa masih bingung sama prsaannya sndri, soo yg masih berstatus pcarnya atau seo org yg saat ini slalu ada dihari2 nya?
    Aku kasian sama seo krna demi eonnideulnya dia rela ngedeketin kyuppa hanya agar hubungan soo dan kyu deket lagi tapi ada satu hal yg mreka lupa kalau cinta bukan alat untuk percobaan dan permainan. Akhirnya dia terjebak dalam permainan itu sendiri.

    #yaa ampun ga sadar komentku panjang bgt… Maaf ya author.. Xixixi

  2. Ahhhhh chapter tergalauuuuuuuu
    Chapter ini mengaduk2 (?) Perasaan
    Aku aja bingung mau di pihak siapa
    Pas sooyoung, aku nyesek bgt T_T
    Pas Seohyun juga tapi ._.
    Tp aku lbh dukung soo deh, secara dia pacarnya, etapi jgn nyalahin seo dong kan dia yg nyuruh -,- *eh?*
    Yg seo dgr percakapan snsd juga sedih
    Yg kyuhyun salah nyebut juga sedih
    Pokoknya chapter ini sedih huks
    Update sooon

  3. halooo ikut komen kembali yaaa~
    saeng jangan bikin soo jahat ya disini, terus jangan bikin seo terlalu tersiksa kasian dia. kalo mau ada yang tersakiti *?* buat kyu aja yang jadi objek penderita ya, jangan kaum wanita, hohohoho #evillaugh
    keep writing saeng, postnya jangan ngaret ya. jangan kaya aku 😥

  4. Yeah akhirnya dipublish di blog ndiri u,u baca ulang tetep dapet feelnya u,u gapapa ya saya nyepam komen gini?
    Di smtownff aku udh komen sebenernya huehe cuman gak sempurna aja klu gak komen disini . u,u *plakk*
    Next update soon ya^^ Keep writing^^

  5. chinguuuuuuu tanggung jawab kamu bikin mewek aku begini ;____;
    plakdor! gak nyangka bngt kalo Kyu Seo janjian ketemuan buat ngobrol sm penulis buku. Aku sempet ngira Kyu mau kencan atau apa loh di cafe itu…. ternyata bukan
    Udhlah. Toh nyata bgt Kyu disini labil sumpeeh pake maksimal pake banget-_- Kalo udah gademen sama nona Choi yaudah putuskan saja, tuh udh keliatan gapeduli sm dia dan gak ngehubungin sampe 2 minggu. Ih kalo aku jadi Syoo, bosen di suspend begitu. Tegas dikit kenapa! kasian kakak aku (Seo) yang terus di php-in gini!!!
    Udah gitu pake peluk pelukan segala. Awalnya, yaaa oke! aku masih toleransi… tapi pas dia nyebut kata kata “Seohyun-ah”! rasanya mau nampar itu manusia!
    Dan yang waktu di dorm… omonaa… Yoong unnie, kakak terbaiknya uri Juhyun juga dukung Syoo? ampunn deh… Sini eon, aku peluk sini.. ada aku disini 😦 *pelukSeohyun*
    Udah dong Chinguu 😥 aku mewek sepanjang jalan grgr ff ini. Plis, kalo uri Juhyun gabisa sm Kyuppa, yaudah aja… cukup, sampe disini penderitaannya T_T
    plis lanjut! aku gak kebayang lanjutannya…

  6. Ya اللَّهِ gak sanggup lanjut baca nih kyk’y aq,,,, kyk’y kok malah seo sih yg dinilai jahat ama soo padahal seo Ūϑåћ suka rela dijadiin “tumbal” disini,,,, omo seobaby uljima,,,,
    Seo gak salah soo pun gak salah kyu aja yg gak bisa tegas

Mind to give me some advice?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s