Telephone [oneshoot]

Telephone

Standard Disclaimer Applied

KhunToria, TaeLli, MinStal & SeoKyu

2012©Ninischh.

Present

.

[Taemin-Sulli]

“APA?” ulang Taemin. Pemuda itu mendongak. Menatap Boa yang baru saja memanggilnya dengan ekspresi heran.

“Ponselmu bunyi, Taemin ah,” sahutnya. Taemin yang sedang dirias mohon permisi pada penata riasnya. Pemuda itu mengucapkan kata maaf dan meraih ransel hitamnya.

Drrttt, drtttt.

Buru-buru diraihnya ponsel itu. Taemin menyalakanya dan mengerjap. Ditatapnya lama nama yang terpampang di layar ponsel. Melamun. Tapi itu sebelum Taemin tersenyum lebar dan menjawab telpon nya.

“Halo?”

Boa yang sedari tadi memperhatikan hoobae nya ini jadi penasaran. Taemin menangkap sorotan mata Boa. Jadi pemuda itu—masih dengan senyuman—duduk di sisi lain sofa di depan Boa.

“Siapa?” bisik Boa tanpa bersuara. Tentu saja. Siapa sih, yang tidak penasaran melihat Taemin—maknae dari grup paling fenomenal sekarang ini, SHINee—mengangkat telpon dari seseorang dan senyam-senyum sendiri.

Taemin mengangkat alis. Mengisyaratkan bahwa ia tidak mendengar apa yang Boa katakan.

Keduanya saat ini sedang menunggu giliran untuk performance di sebuah acara musik di stasiun tivi terkemuka di Korea Selatan. Menampilkan lagu Boa yang terbaru, Only One, tentu saja.

“Siapa yang menelpon?” ulang Boa, kali ini dengan sedikit suara.

Taemin tersenyum kecil sambil terus mengangguk-angguk samar, tanda ia mendengarkan apa yang si penelpon bicarakan. Akhirnya pemuda itu menjauhkan dan menutup ponselnya dengan jemari—untuk meredam suaranya agar tak terdengar sang penelpon.

“Sulli yang menelpon. —Choi Sulli,” jawabnya senang, sebelum kembali menanggapi ucapan Sulli di telepon.

Boa terkesiap. Hampir tersedak malah.

“Seol-ri? Choi Jinri?” ulang Boa. Taemin mengangguk semangat. Wanita itu menggeleng, tak kuasa menahan rasa kagum.

“Nampaknya aku juga harus ikutan mencari pacar,” katanya iri.

Telephone

[Kyuhyun-Seohyun]

“JANGAN bercanda, Eunhyuk oppa,” gerutu Seohyun kesal. Gadis itu mengelap keringat yang mengalir di pelipisnya dengan handuk.

“Aku tidak bercanda, Seohyun. Kau tahu betul aku tidak bisa melawak,” sahut Eunhyuk di seberang telpon yang justru membuat Seohyun tambah geram.

Seohyun mendongak mendapati Yuri berjalan menghampirinya sambil memberikan sebotol air minum. “Ada apa?” bisik Yuri. Seohyun hanya mengangguk berterima kasih atas air minumnya. Yuri mengangkat bahu lalu kembali membagikan air minum itu ke member yang lain.

“Heeei, monyet. Berikan aku satu botol lagi,suara lain dari ponsel Seohyun terdengar. Suara itu serak, persis orang mabuk. Seohyun mengeritkan alis, merasa hapal dengan sang empunya suara.

“Kau itu sudah mabuk, heh bodoh. Berhenti minum!” suara Eunhyuk muncul lagi di pendengaran Seohyun. Gadis itu mengangkat alis heran.

“Kau dengar itu, Seohyun? Kau dengar, kan? pacarmu sudah gila. Siang bolong begini, orang bekerja, dia malah asyik minum alkohol,” gerutu Eunhyuk dari telepon.

“Eunhyukk ahhhh! Hei~ kemari kau!” suara itu. Seohyun sadar betul siapa pemiliknya.

Kyuhyun. Cho Kyuhyun.

“Seohyun, bantu aku. Kami hanya berdua di dorm. Kalau begini terus aku bisa gila,” keluh Eunhyuk lagi. Terdengar di telinga Seohyun bunyi Gedebuk! Keras. Juga bunyi derap kaki janggal dan suara televisi. Eunhyuk dan Kyuhyun pasti sedang asyik berlarian di dorm.

“Seohyun ah!” seru pemuda itu lagi.

Gadis yang bersangkutan mendesah hebat. “Aku sedang latihan untuk persiapan comeback SNSD, oppa. Maaf, aku tak bisa datang,” katanya. Mendengar reaksi Eunhyuk yang kecewa luar biasa, akhirnya Seohyun berkata. “Berikan ponsel ini padanya. Biarkan aku bicara dengan Kyuhyun oppa.”

“Hei Kyuhyun, Seohyun ingin bicara denganmu,” Seohyun bahkan mendengar namanya disebut oleh Eunhyuk. Nampaknya mereka berdua sedang kacau sekali ini.

“Kyuhyun oppa?” panggilnya.

“Haloo?” suara serak basah Kyuhyun sampai ke telinganya. Seohyun meringis. Kebiasaan Kyuhyun yang akhir-akhir ini jadi semakin parah; minum alkohol. Dan Seohyun—ini perlu digaris bawahi—sangat tidak suka pada pemuda seperti itu.

“Oppa kau dengar aku?” katanya lagi. “Hei, chagiyaaa” sahut Kyuhyun. Mendengarnya Seohyun ingin muntah.

“Kyuhyun oppa, kenapa kau minum terus? Kau tidak mendengarkanku, ya? Sudah kubilang aku tidak suka pemuda peminum. Kalau oppa begini terus aku akan meninggalkanmu.”

“Ommo, Seohyun ah. Jangan begitu, tidak adil buatku. Seohyuun~”

Gadis yang bersangkutan berdecak. Gadis itu melirik jam. Apakah sempat mengunjungi Seohyun di sela latihanya ini? Seohyun mengangkat alis dan mendesah.

Kenapa tidak?

Telephone

[Nichkhun-Victoria]

“MESKIPUN massa sudah tenang, namun jika kau muncul secara tiba-tiba, sorotan media pasti akan kembali padamu. Tunggu sampai saat yang tepat, Nichkhun ssi, bersabarlah,” suara Victoria bergaung ditelinganya.

Pemuda dengan kemeja biru dan topi itu tersenyum. Dibukanya kenop apartemen mewah miliknya dan dibawanya kaki melangkah masuk. “Aku pulang,” bisiknya sambil membuka sepatu. Nichkhun kembali berjalan dan langsung menghempaskan dirinya di sofa empuk ruang tamu.

Khun ah, hey,” panggil Wooyoung yang datang dari kamar mandi. Masih dengan handuk di pinggul dan telanjang dada. “Oi,” sahutnya begitu menyadari keberadaan Wooyoung. Pemuda itu memberi kode pada Nichkhun dan masuk ke kamarnya untuk berpakaian.

“Tapi gara-gara jadwal kosong ini aku jadi tidak melakukan apa-apa,” keluhnya pada Victoria yang sedari tadi masih setia menemaninya bicara via telpon. “Harusnya aku bisa bertemu denganmu setiap hari, Victoria ssi.”

Di seberang sana leader f(x) itu terkikik geli. “Kita ini tidak jodoh. Dulu kau sibuk sekali sampai lupa denganku. Sekarang kau tak ada jadwal, pekerjaanku malah banyak,” Victoria masih tertawa.

“Iya, aku tak sabar untuk kembali bekerja,” gerutunya sambil mendesah. Mata Nichkhun menjelajah melihat Wooyoung yang sudah mengenakan kaos abu-abu dan duduk di seberangnya. “Aku malah iri melihat Wooyoung yang sudah meluncurkan single nya sendiri.”

Wooyoung yang dibicarakan tertawa keras-keras.

“Jangan begitu, Nichkhun ssi. Kau bisa melakukanya, oke? Fighting! Fighting!” pekikan Victoria membuat senyum kecil mengembang dibibirnya. “Eonni~ Ayo kita makaaan~” suara lain—bukan milik Victoria tentunya—terdengan di ponsel Nichkhun.

“Nichkhun ssi, kau sudah makan siang? Siang ini aku membuat banyak makanan. Seharian kami berlatih ternyata capek juga. Mau ikut makan?” ajakan Victoria tentu membuat Nichkhun mendengus.

“Bolehkah? Bolehkah aku pergi ke sana?” tanyanya penasaran. “Uhm. Kapan kau akan datang? Siang ini?” mendengarnya Nichkhun tertawa.

“Hahha, lain kali saja. Pergilah makan, Victoria ssi. Kau itu kurus sekali, makan yang banyak,” katanya.

Victoria tersenyum dalam diamnya. “Nde, oppa. Kalau kau mau datang kabari aku, ya. Biar kubuatkan makanan yang enak untukmu,” nadanya senang membuat hati Nichkhun merasa nyaman. “Selamat siang, Nichkhun ssi.”

Orang yang bersangkutan kembali tersenyum. “Kau juga, Victoria ssi.”

Nichkhun mematikan ponselnya dan menaruhnya di meja. Merasa diperhatikan, pemuda itu mengangkat wajah dan balik menatap Wooyoung. “Apa?” serunya heran. Wooyoung tersenyum kecil dan menggeleng.

“Ya! Senyum-senyum lagi.”

Wooyoung tiba-tiba mengangkat jari telunjuknya sekilas. “Satu pertanyaan,” pintanya. Nichkhun mengangguk. “Kenapa kau masih memanggilnya Victoria ssi dan dia memanggilmu Nichkhun ssi? Rasanya sudah lama sekali kalian kenal.”

Orang yang ditanya tersenyum dan mengangguk. “Itu panggilan sayang. Victoria ssi.”

Telephone

[Minho-Krystal]

SULLI membalikan badan. “Apa? Benarkah? Hey, enak sekali dirimu. Mentang-mentang aku tidak di sana, kalian seenaknya melupakanku. Aku di sini bekerja, kalian malah bersenang-senang,” gerutunya.

“Kau kan sedang berakting, Sulli ya, berakting di sebuah drama. Ya Tuhan, kau pasti tahu betul aku juga ingin berakting,” orang yang sedang ditelpon Sulli menyahut.

Sulli kembali membalikan badan. “Kalau begitu kau main saja di drama ini. Mumpung syutingnya belum selesai,” katanya. Untuk yang sekian kalinya, Sulli kembali menghindar. Kali ini ia bangkit berdiri.

“Aku jadi apa di sana? Tukang sampah?”

Sulli berhenti berjalan, yang otomatis membuat pemuda yang sedari tadi menganggunya juga ikut berhenti. Orang itu berusaha meraih ponsel Sulli, namun langsung gadis itu tahan tanganya.

“Ya! Berikan padaku ponselnya,” seru Minho, Choi Minho. Sulli menatap Minho dan menjulurkan lidah mengejek. “Enak saja,” katanya dan kembali berjalan.

“Hey, Choi Jinri. Kau masih di sana?”

Sulli berhenti berjalan dan duduk di sebuah kursi. Di lapangan bola tempat mereka biasa mengambil gambar untuk drama To The Beautiful You . “Aku masih di sini. Sampai mana kita tadi? Ah iya, kau mau jadi tukang sampah?”

“Ish, siapa yang mau jadi tukang sampah, hah? Aku tidak mau.” Tolak Krystal.

Ternyata Minho masih mengikutinya. Pemuda itu mendengus dan berdiri di depan Sulli. “Itu yang menelpon Krystal, kan? berikan padaku, Ssul.” Perintahnya. Sulli diam saja.

“Berikan,” geram Minho. Direbutnya ponsel itu dari tangan Sulli tanpa bisa gadis itu tahan lagi. “Halo? Krystal?”

Di seberang sana Krystal mengangkat alis heran. “Halo? Sulli?” katanya bingung.

“Hei, Krystal. Ini aku,” senyum Minho secerah matahari. Setelah sekian lama. Mendengar suara Krystal lagi rasanya menenangkan. Pemuda itu lalu ikut duduk di kursi sementara Sulli menatapnya jengkel.

“Kau siapa?” tanya Krystal bingung. “Di mana Sulli? Ssul…?”

“Sulli di sebelahku. Masa kau tidak ingat suaraku, Krys.” Sahut Minho. Sulli di sampingnya nyengir kecil.

“Memangnya ini siapa? Hey, di mana Sulli?” suara Krystal yang panik membuat Minho bingung. Sulli mendekatkan telinganya ke ponsel di tangan Minho dan ikut mendengarkan. “Ya! Ahjusshi! Di mana Sulli?! berikan ponsel ini padanya!”

“Aku di sini, Krys. Aku di sebelahnya,” sahut Sulli. “Kau tidak hapal suaraku, Krys? Ini aku, Choi Minho” ujar Minho kesal. Sudah berapa tahun mereka bertemu? Masa Krystal tak juga hapal suara tampanya ini.

“Oh, Minho oppa! Hei, apa kabar?” nada Krystal berubah ramah.

Giliran Minho yang mengerutkan alis. “Kenapa formal sekali? Hey, kau pura-pura tak kenal suaraku, ya!”

“Memangnya aku kenal suaramu? Kau siapa? Aku siapa? Hubungan kita memangnya seperti apa? Kenapa aku harus kenal suaramu? Terserah aku mau bicara formal atau tidak.”

Jawaban Krystal sukses membuat Sulli tebahak keras, sementara Minho gondok sampai tak bisa bicara lagi. “Seratus untukmu, Krystal ah!” seru Sulli.

Krystal di seberang sana juga ikut tertawa. “Ya! Jung Krystal!” seru Minho. Gadis di telpon itu berhenti tertawa dan bicara kecil, kecil sekali sampai hanya Minho yang bisa mendengarnya.

“Tidak mungkin aku lupa suara pacarku sendiri, Minho oppa.”

Minho lalu kembali tersenyum lebar.

Telephone

Sesuai judul, semua couple di atas sedang bicara melalui telpon. Adakah yang sadar? btw mohon dimaklumi itu posternya jelek buangeeed asal jadi =,=”

Mind to give a advice and support? Thanksss for readiing J

Iklan

10 thoughts on “Telephone [oneshoot]”

  1. keren seperti biasa, drabble yang manis uuuuu sukaaaa~ >.<
    semuanya couple kesukaan ku jg saeng, haaah tiap aku on pasti postan kamu selalu muncul, kebetulan banget jadinya komen pertama lagi deh hehehe
    FIGHTING !! ^^

  2. great,semua couple aku suka!! apalagi seokyu!!!
    kalo utk cerita aku plg suka minstal!! krystal mau jd tkang smpah?haha
    buat drabble banyak couple kayak gini lg ya??

  3. hai ninis, aku baru buka blog lewat web dan liat postingan kamu yang ini di home .liat pairingnya kebetulan OTP-ku semua hihihi :3

    drabble-mu bagus lho, jujur aja kalo baca fanfic aku lebih suka drabble-drabble yang fluffy dan ringan ceritanya kayak gini daripada yang complicate dengan banyak konflik. convo mereka lewat telepon ini maniiiss banget, esp part khuntoria dan minstal. suka banget! kapan-kapan buat lagi drabble kayak gini ya, dengan tema sederhana tapi bisa ditulis jadi sesuatu yang manis banget. keep writing dear 🙂

    1. halo kak heartnine hehhhe
      uwahh tentunya kakak suka drabble kayak gini soalnya kakak nulis drabble juga kan? hahha. otp kita sama lhoo khuntoria :* kakak juga pinter banget bikin drabble, malahan aku belajar dari kakak 🙂

      well, thanks for coming & comment yaaa

  4. Bagian Min -Stal nya lucu xD Apa apaan Krystal dengan polosnya mikir kalau dia bakalan jadi tukang sampah._.v
    SeoKyu nya sedikit gantung. Itu ngape Kyuhyun sampe minum2._. Hayolo digampar Seo baru tau._. *meskipun aku kurang suka nih couple tetep aja Kyu itu biasku dan Seo itu bagian SNSD <3*

    Heran-ya,aku suka KyuYoung ama Minyul. Tapi di fic ini aku malah paling sua bagian Seokyu ama Minstal._. ahh bodo keep writing ya nisss. Jangan baca komenku ya!^^

    1. halo rim! komenmu sungguh aneh. nggak mungkin aku nggak baca komen di blog ku rim rim =,=’

      wuahahha penghargaan besar buatmu, karena meskipun kamu knight tapi tetep baca ff ini, dan kamunya juga dukung minyul, huahaha. well, thanks for coming temaaaan 🙂

  5. Omo so sweat,,,, waktu BOA oenni bilang “nampak’y aq juga harus ikutan mencari pacar” aq ngakak,,, hihihi oenni sama kangta oppa aja,,,, 😀

Mind to give me some advice?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s