FAITHLESS 7 [When The Day Ends]

Faithless |Drama, Romance, Angst|PG-15

Suara itu. Yang lembut menenangkan. Membuat darah Kyuhyun berdesir setiap kali mendengarnya. Kyuhyun tahu ia tidak boleh kehilangan gadis itu. Tidak boleh.

[penting] Mohon untuk baca chapter terakhir ini pelan-pelan dari awal sampai akhir. Kalau bisa jangan lewatkan satu kata pun, agar pembaca sekalian paham dan mengerti maksud dari fanfic ini. Thankyou (:

F A I T H L E S S

Seo Joohyun, Cho Kyuhyun and Choi Sooyoung

Standar Disclaimer Applied

2012©Ninischh

Present

Faithless 7th: When The Day Ends

Flashback                                                                                                                                      

SHO Nyuh Shi Dae?” ulang Kyuhyun. Donghae menghentikan langkah dan mengangguk.

“Lagu debut mereka, Into the New World, mendapat sambutan baik dari masyarakat. Heh, jangan bilang kau tidak tahu,” sahut Lee Donghae. Kyuhyun nyengir lebar, menyiratkan secara jelas ketidaktahuanya.

“Benar tidak tahu?” kata Donghae lagi. Cho Kyuhyun mengangguk. “Keterlaluan. Payah kau, payah!”

Ini awal 2008, bukan 2010, atau tahun-tahun setelahnya. Donghae, sebagai salah satu member Super Junior, mendapat kesempatan untuk menjadi model di video musik terbaru SNSD, Kissing You. Dengan semangat dia mengumbar-umbar hal itu, termasuk pada Kyuhyun.

Dan saking kesalnya Donghae karena Kyuhyun (ternyata) belum tahu sama sekali mengenai SNSD, maka dibawalah maknae Super Junior itu ke tempat syuting video klip oleh Donghae.

“Selamat datang, Lee Donghae-ssi. Silahkan lewat sini,” ujar asisten sutradara video, menunjukan jalan yang mesti dilalui begitu Donghae, Kyuhyun dan manajer mereka sampai di lokasi syuting.

Lokasi syuting ini mengambil beberapa setting tempat. Ada satu tempat besar untuk pengambilan gambar berupa koreografi lagu. Dan satu tempat besar yang terdiri dari beberapa mainan tempat masing-masing member akan dishoot bersama mainan itu.

Tema lagu ini sedikit girly dan kekanakan, memberikan kesan imut. Jadi tempatnya pun sengaja di tampilkan dengan berbagai warna yang dimainkan. Sukses memanjakan mata.

Sementara Donghae sibuk berdiskusi dengan sutradara, sang manajer menemani Kyuhyun berkeliling melihat lokasi syuting.

“Warnanya rame,” gumam Kyuhyun begitu melihat tempat pengambilan gambar yang penuh oleh warna. Manajernya mengangkat wajah dari ponsel dan melihat sekeliling. “Memang sengaja dibuat begitu. Kontras dengan tema klip video grupmu ya, hahha.”

Kyuhyun mendelik. “Yang mana? Yang ‘U’? itu kan hyung yang pilih temanya! Hitam putih!”

Manajer Kyuhyun itu tertawa dan berjalan pergi meninggalkan Kyuhyun. Tiba-tiba suara ribut dari sebelah kanan nya mengangetkan Kyuhyun. Pemuda itu tersentak, membalikan badan untuk melihat sumber suara.

Segerombolan gadis berjalan dari sisi lain studio. Satu, dua, tiga… tujuh gadis berkulit putih berambut panjang cantik berjalan sambil cekikikan ke arahnya—melewatinya. Kalau ada sayap putih berkibar di punggungnya, Kyuhyun pasti akan menganggap mereka malaikat yang turun dari langit saking indahnya.

“Tuturututtutu, kissing you, beibeh~”

“Yah! Kwon Yuri! Kembalikan sepatuku!”

“Siapa lagi yang belum dapat? Lee Sunkyu? Dua? Sebentar, kuambilkan.”

Rasanya seperti melihat rombongan sirkus wanita yang lewat. Kedelapan gadis—akh, ternyata Kyuhyun salah menghitung—ini heboh bicara sembari berjalan menuju studio yang paling besar. Nampaknya mereka akan mengambil gambar secara berdua-berdua—dengan Donghae—terlebih dahulu.

Dan mereka berjalan melewatinya! Lewat di hadapan Kyuhyun begitu saja! Ya Tuhan, apakah mereka tidak lihat ada Cho Kyuhyun di sini? Pemuda tampan dengan suara paling menawan se-Seoul! Tidakkah mereka melihat?

BRUK!

“Hei,” tegur Kyuhyun hampir terjengkang ke belakang. Seseorang menabraknya, benar sekali. Meskipun tidak sampai membuatnya jatuh, tetap saja rasanya salah.

“Maaf, maaf,” seorang gadis. Ia membungkuk dalam di hadapan Kyuhyun, yang justru membuat Kyuhyun merasa bersalah. Gadis dengan gaun putih biruitu berdiri tegak dan tersentak. “Ommo, Kyuhyun sunbae,” gumamnya.

Kyuhyun mengangkat alis. Gadis ini kenal denganya?

“Kyuhyun sunbae, maaf. Tadi itu tidak sengaja. Permisi,” dengan rambut hitam panjang yang tergerai lembut, senyum gadis ini sukses membuat Kyuhyun tak bereaksi.

Ternyata sembilan. Ditambah gadis barusan, maka lengkap personil grup SNSD yang dibanggakan Donghae kemarin, sembilan gadis. Dan satu yang berbaju biru, yang kenal ia dan menyapanya barusan.

“Heh, bengong aja,” sebuah tangan menepuk pundaknya. Kyuhyun membalikan badan. “Sudah ketemu SNSD?” lanjut Donghae.

Mengangguk. “Yang delapan, eh, sembilan gadis itu, kan?” katanya. Donghae nyengir kecil. “Yang pakai baju biru itu namanya siapa?” tunjuk Kyuhyun.

Donghae mengernyitkan alis. Ada banyak gadis yang bertebaran di sana. Dan yang ditunjuk Kyuhyun nampaknya baru keluar dari tempat ganti baju. Berdua, si gadis baju biru dengan temanya baru keluar dari tempat ganti.

“Gadis dengan baju biru itu? Choi Sooyoung. Namanya Choi Sooyoung.”Donghae menyenggol lengan Kyuhyun pelan. “Naksir nih, ye.” Kyuhyun yang mengangguk paham dan tersenyum kecil menjawab ledekan Donghae barusan.

“Cantik,” gumam Kyuhyun, semakin membuat Donghae geli. Tersadar, Kyuhyun tersentak dan nyegir lebar. Itu sebelum dia memandang Donghae dan tertawa.

“Baju apaan, nih?” ledek Kyuhyun. Ditariknya kostum warna pink aneh yang dikenakan Donghae. “Pink, hahhha,” tawanya. Donghae merengut.

Baju biru. Senyum malaikat. Choi Sooyoung.

Kyuhyun tak kan lupa.

End of flasback                                                                                                                              

F A I T H L E S S

“TENTU saja, kau harus memilih, oppa. Pilihlah, antara aku, Choi Sooyoung, atau gadis ini, Seo Joohyun.”

Kyuhyun mengerjap. Berpaling dari mata menawan Sooyoung ke iris teduh menentramkan milik Seohyun. Tidak, hatinya tidak bimbang. Kyuhyun tahu betul mana yang ia suka, dan mana yang akan dipilihnya. Benar sekali.

“Jangan bercanda, Sooyoung. Aku pasti memilih—“

—Drrtt , drttt!

Sooyoung mengangkat alis, begitu juga Seohyun. Ponsel di kantong celana Kyuhyun bergetar. Pemuda yang bersangkutan tersentak, meraba ponsel di celana yang menggelitik kulitnya. Tidak mengindahkan telponya, Kyuhyun menelan ludah dan terus bicara.

“Tentu saja yang aku pilih—“

—Drrrtt, ddrrt, ddrrt!

Ini aneh, tapi telpon itu nampak bergetar semakin kuat. Sang penelpon bersikeras bagi Kyuhyun untuk menjawab telponya, mungkinkah?

“Aku pilih—“

—Drrrtt, drrtt!

“Angkat telponya, oppa. Sekarang,” decak Sooyoung kesal. Ia ingin Kyuhyun memilihnya—ah, tidak. Tidak ada alasan bagi Kyuhyun untuk tidak memilihnya. Sooyoung pacarnya, ingat?

Telpon itu memang mengganggu, tapi akan lebih mengganggu lagi apabila tak diangkat. Semakin cepat Kyuhyun mengangkat telponya, maka semakin cepat pula masalah ini akan berakhir.

“Terima kasih, Sooyoung,” bisiknya. Kyuhyun lalu meraih ponsel yang terus bergetar itu dan menekan tombol ‘jawab’ di sana. Pemuda itu melempar pandang pada bola mata teduh gadis di seberangnya, sebelum berjalan ke luar ruangan seraya berkata, “Yoboseyo?

Sooyoung menghempaskan diri di sofa tepat setelah Kyuhyun menutup pintunya. Gadis itu mendesah hebat. Rasanya capek tak tertahankan. Ia duduk tepat di bawah ac yang berhembus, namun gerah itu tak juga meninggalkanya.

Sooyoung menaruh jemarinya tepat di dahi, melepas lelah. Matanya tanpa sadar melirik jam di pergelangan tanganya. Jam setengah lima. Lagi-lagi ia mengembuskan napas panjang. Teringat sesuatu, Sooyoung mengalihkan pandangan dan mendapati Seohyun sedang memastikan bahwa pintu ruangan besar ini tertutup rapat.

Seohyun tersenyum kecil padanya—yang sukses membuat Sooyoung kaget luar biasa. Adiknya itu mengambil langkah mendekat ke arah sofa. Berdiri canggung di sana seraya berkata, “Boleh aku duduk di sini… eonni?”

Mendengus—Choi Sooyoung. Mau duduk di sofa saja izin dulu.

Gadis itu mengangguk. Seohyun tersenyum senang dan langsung menghempaskan diri di sana. Dari ekspresinya, Sooyoung memastikan Seohyun juga merasa nyaman luar biasa duduk di sofa ini. Sofa dengan kualitas tinggi memang beda.

“Sooyoung eonni?” panggil Seohyun. Orang yang dipanggil membuka mata, duduk tegak sambil menatap gadis di sebelahnya. “Hmnn?” sahutnya.

Rambutnya dikepang sebelah. Celana santai dan make up tipisnya membuat kesan remaja didapat Seohyun. Senyumnya merekah lebar. Pipinya yang merona dan tembem, membuat Sooyoung merasakan hal aneh.

Gadis secantik ini—bagaimana Sooyoung bisa membecinya?

“Kyuhyun oppa pasti…” suara Seohyun serak dan terpotong. Dari ujung matanya, Sooyoung melirik Seohyun sedang mengatur napas. Memejamkan mata beberapa kali untuk mencegah air matanya tumpah.

“Kyuhyun oppa pasti memilihmu, Sooyoung eonni. Percayalah padaku” ulang Seohyun. Sooyoung berdecak. Gadis ini benar-benar. Kenapa dengan baiknya dia berkata begitu? Murni baik atau ada maksud lain?

“Yang memutuskan itu Kyuhyun, bukan kau. Itu belum pasti,” sergahnya kesal.

Seohyun menggeleng. Gadis itu membalas tatapan Sooyoung dan menatapnya yakin. “Sooyoung eonni, kau pacarnya. Ia tentu memilihmu” katanya lagi. Sooyoung menelan ludah mendengar Seohyun bicara. “Kalau pun ia memilihku, coba pikir. Apa yang hendak dilakukanya padaku? Memutuskanmu dan memacariku, begitu?”

“Tidak—“

“Lalu apa? Kalau pun Kyuhyun oppa bilang ingin denganku, aku… aku,” Seohyun mengerjap. Tubuhnya menegang dan pelipisnya dialiri keringat. Situasi ini membuatnya sesak.

“Aku tidak akan menerimanya, Eonni. Kau masih menyayanginya. Lagipula dengan mudahnya ia meninggalkanmu untuk gadis lain. Kemungkinan ia akan meninggalkanku juga untuk gadis cantik lain mungkin terjadi.”

Sooyoung terpaku.

Ia bahkan tidak memikirkan sampai ke situ. Yang selama ini Sooyoung pusingkan yaitu Kyuhyun untuknya. Miliknya saja. Digigitnya bibir bagian bawahnya. Sooyoung kembali menarik napas dan menatap bola mata Seohyun, mencari kebenaran dan kejujuran di sana. Mata Seohyun tajam dan meyakinkan, membuatnya semakin resah. Semakin banyak keringat.

Sooyoung mengedip. “Tapi ia ingin denganmu, Seohyun,” tangkasnya.

“Tapi aku tak ingin. Aku tak ingin denganya,” sebelum ini nada Seohyun ragu, namun yang kali ini terdengar sangat yakin. Seohyun pasti sudah memantapkan hati.

“Aku dan Kyuhyun oppa tidak pernah punya hubungan apa pun. Aku mendekatinya karena eonnideul menyuruhku, ingat? Lalu yang berikutnya karena mereka juga menyuruh Kyuhyun oppa mengantarku syuting wgm. Yang terakhir ketika dia mengajak bertemu dengan penulis novel terkenal.”

Sooyoung diam sesaat. Sebelum menghela napas dan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Bohong. Semua itu bohong. Seohyun dan Kyuhyun pasti bermain di belakangnya.

“Percayalah padaku, Sooyoung eonni. Kembalilah padanya. Ia pasti memilihmu.”

Kepala Sooyoung tiba-tiba terasa sakit. Pandanganya memudar. Seohyun yang meraih tanganya dan memberinya senyum nampak kabur dimata Sooyoung.

Kenapa gadis ini begini baik? Padahal ia sudah bicara ketus padanya. Beberapa bulan terakhir ini Sooyoung selalu berprasangka buruk pada Seohyun. Tapi gadis ini masih saja tersenyum untuknya. Menyapanya tiap bertemu. Dan melakukan hal ini… untuk Sooyoung.

Seohyun menyerahkan Kyuhyun padanya? Begitu saja?

“Aku menyayangimu, Sooyoung eonni. Sebelum bertemu dengan Kyuhyun oppa, aku bertemu denganmu lebih dulu. Jalinan persahabatan kita lebih penting daripada hubungan cinta tak berguna ini.”

Sooyoung merasakan sesak dadanya. Ya, Tuhan. Bicara apa gadis ini? kenapa Sooyoung seolah melihat pantulan memori saat ia dan Seohyun bertemu dulu. Ketika mereka masih remaja. Menertawakan hal tidak lucu.

Seohyun polos yang sering dijahilinya. Dimarahinya. Yang sangat disayanginya. Betapa ia sudah lupa semua hal itu.

“Seohyun ah,” bisiknya. Matanya kembali kabur. Penat di kepalanya menyiksa. Sesak dada Sooyoung mendera. Ya, Tuhan.

“Sooyoung eonni, aku ingin bermain denganmu seperti dulu.”

Disambarnya bahu Seohyun. Diraihnya, dipeluk erat. Rasa hangat langsung mengumbar kala Seohyun membalas pelukanya. Gadis ini. Gadis sok polos yang menyebalkan ini. Gadis sialan—Seo Joohyun.

“Terima Kasih, Seohyun.”

F A I T H L E S S

Flashback

“HYUNG? Kalau kau bagaimana?” alih Kyuhyun.

Pemuda di sekelilingnya mendesah. “Pertanyaan ini untukmu, kenapa malah tanya aku,” elak Leeteuk, pemuda yang ditatap Kyuhyun dan ditanyanya. Dengan santainya Kyuhyun malah mengangkat bahu tak peduli.

Di ruang tengah dorm Super Junior ini, duduk ramai seluruh member. Masing-masing dari mereka duduk mengerumpul dan serius membaca beberapa lembar kertas. Di sini Kyuhyun masuk ke gerombolan empat, melingkar di sofa bersama Leeteuk, Ryeowook dan Donghae.

“Manajer sudah berbaik hati menuliskan contoh-contoh pertanyaanya untuk interview nanti. Kau harus pelajari itu baik-baik,” tegur Leeteuk, mendelik kertas di genggaman Kyuhyun dengan matanya. Leader itu lalu bangkit berdiri dan pergi mendantangi member lain.

“Pertanyaan itu bukanya sudah pernah kau jawab di wawancara beberapa tahun lalu?” tanya Donghae, berselonjor di sofa seberang Kyuhyun. Pemuda yang bersangkutan mengangkat alis tak percaya. “Waktu itu kalau tidak salah kau jawab, bahwa kau suka gadis yang tinggi, yang kakinya jenjang.”

Kyuhyun masih tidak juga percaya, jadi Donghae menambahkan. “Gadis baju biru di video Kissing You itu, lho,” bisiknya sok misterius.

Ia tersentak sementara Ryeowook memekik, “Oh! Choi Sooyoung! Baju biru? Kau suka denganya ya, Kyuhyun ah?!” pekiknya histeris.

“Ya! Yang mengenakan baju biru bukan cuma Sooyoung saja, bodoh,” elak Kyuhyun, jelas menyembunyikan raut merah di wajahnya.

Pemuda itu membalikan badan, menatap daftar pertanyaan di kertas di tanganya, dan mendesah.

Dua hari lagi Press conference dari Album keempat mereka, Bonamana, akan diselenggarakan. Untuk menyiapkan pertanyaan dari reporter yang kemungkin akan ditanyakana, manajer menyiapkan kertas itu. Dan salah satu pertanyaan yang tertulis di sana adalah, ‘Apakah kau sudah mempunyai kekasih? Kalau pun tidak tipe idealmu seperti apa?’

Karena pertanyaan itulah hatinya tidak tenang.

Tipe idealnya berpacu pada gadis baju biru yang dulu tersenyum padanya. Yang sampai sekarang senyumnya masih terpatri rapi di memori Kyuhyun. Gadis itu tinggi semampai. Kakinya jenjang dan bersih.

Cantik.

Harusnya Kyuhyun bangga karena sekarang gadis itu suah jadi kekasihnya, Choi Sooyoung. Tapi entah kenapa setiap kali bertemu denganya, Kyuhyun merasa janggal. Bukan senyum itu yang ada di ingatan Kyuhyun. Bukan wajah itu yang disukainya.

Mata dan fakta membingungkanya. Membuat hatinya ragu apakah matanya masih berfungsi dengan baik.

Karena itu sampai sekarang ia merahasiakan hubunganya dengan Sooyoung. Tidak satu pun member di sini yang ia beri tahu.

Kyuhyun membalikan badan. Berhadapan dengan Ryeowook dan Donghae yang sedang berlatih wawancara. “Ya, Ryeowook ah. Gantian, biar aku yang mewawancarai Donghae,” putusnya. Ryeowook mengangguk.

“Donghae-ssi,” panggilnya. “Nde?

“Kenapa sampai sekarang kau menyembunyikan hubunganmu dengan Im Yoona? kenapa tidak kau ekspos ke publik?”

Yang ditanya merengut. “Pertanyaan apa itu? tak ada satu reporter pun yang tahu, jadi mereka tidak akan ada yang bertanya seperti itu.”

“Heh, jawab saja pertanyaanya” elak Kyuhyun.

“Karena,” sahut Donghae. Ryeowook juga menanti jawabanya antusias. “Karena kalau media tahu, itu akan jadi skandal besar, kan? aku bukanya takut atau apa, tapi aku tak ingin Yoona tersakiti. Itu saja.”

Ryeowook tertawa dan bertepuk tangan heboh. Tapi suara itu tak ada ditelinganya.

Benar. Kyuhyun juga tak ingin menyakiti Sooyoung. Ia masih ragu apakah Sooyoung benar gadis yang tersenyum padanya, meskipun kejadian itu sudah terjadi lama sekali dan Donghae berulang kali meyakinkanya bahwa gadis itu adalah Sooyoung.

Karena itu Kyuhyun tidak pernah mengekspos hubunganya.

Tidak pada siapa pun dari mulutnya.

End of flashback

F A I T H L E S S

PINTU kaca itu berderak ketika Kyuhyun membukanya dan berjalan masuk. Pemuda itu memasukan ponselnya ke saku celana. “Maaf lama—“ katanya.

Seohyun segera berdiri begitu Kyuhyun masuk. Sooyoung, dengan mata masih basah air mata, membersihkan mukanya dengan tisu agar bekas air mata itu tak nampak. Gadis itu lalu tersenyum menyambut Kyuhyun.

Pemuda yang bersangkuta nyengir kecil. “Maaf lama,” ulangnya. “Sampai di mana kita tadi? Ah, iya. Ayo mulai nonton filmnya. Tadi kasetnya kau simpan di mana, Seohyun?”

Hening.

Baik Seohyun mau pun Sooyoung tak ada yang bereaksi. Kyuhyun mengangkat alis melihat keduanya. Heran. “Apa?” bingungnya. Keduanya tetap diam. Pemuda itu berdecak. “Hei, ada apa? Seohyun ah, mana kasetnya tadi?”

Gadis yang dipanggil tersenyum kecil. Seohyun memberikan kode pada Sooyoung dan mengangguk. Ia berjalan mendekat ke arah Kyuhyun. Memberikan jarak satu meter di antara mereka dan membungkuk dalam. Dalam sekali sampai Kyuhyun bingung setengah mati.

“Yah! Seo Joohyun! Apa yang kau lakukan? cepat bangun,” serunya. Seohyun diam saja jadi Kyuhyun menarik lenganya membuatnya berdiri. “Kenapa kau membungkuk seperti itu? aku salah apa?”

Seohyun berdiri tegak dan tersenyum. “Terima kasih untuk yang selama ini, oppa. Maaf aku tidak bisa ikut menonton,” bisiknya. “Aku pulang dulu. Sooyoung eonni, sampai ketemu di rumah.” Katanya. Seohyun melambai pada Sooyoung dan beranjak pergi.

Suara itu. Yang lembut menenangkan. Membuat darah Kyuhyun berdesir setiap kali mendengarnya. Kyuhyun tahu ia tidak boleh kehilangan gadis itu. Seohyun tidak boleh pergi.

“Seohyun,” Kyuhyun menarik lengan Seohyun, menahan langkahnya. Membisikan sesuatu secara cepat sementara Seohyun mengangguk. “Aku pulang dulu, Sooyoung eonni,” lambai Seohyun ceria. Saking cerianya sampai membuat Kyuhyun merasa bersalah.

Sooyoung membalas senyum Seohyun serta lambaianya. Kyuhyun terus memperhatikanya ketika Seohyun membuka kenop pintu, berbalik dan tersenyum lagi padanya dari luar ruangan, lalu mulai berjalan.

“Oppa,” panggil Sooyoung.

Kyuhyun membalikan badan, menemukan Choi Sooyoung tengah duduk di sofa, menunggunya dengan senyum manis luar biasa. Membuatnya terpaku. Menyadarkan Kyuhyun akan satu hal. Sooyoung ada di sini, di sampingnya. Tidak pernah pergi. Selalu untuknya.

Pemuda itu menelan ludah. Gadis ini, bagaimana bisa…

“Kyuhyun oppa,” nada panggilnya berubah manja, membuat Kyuhyun tertawa. Pemuda itu melangkah mendekat dan berdiri tepat di hadapan Sooyoung, membuat gadis itu mendongak. “Ya! Oppa!”

Dengan pedenya ia mengangkat alis dan berkata, “Maaf, anda siapa, ya, agasshi? Apa yang wanita cantik seperti anda lakukan di tempat terpuruk seperti ini?”

Sooyoung tertawa malu. Dan ketika mendengar tawa itu, rasa bersalah di dada Kyuhyun memuncak. Apa yang sebenarnya sudah ia lakukan selama ini? menekan Sooyoung? Mengkhianatinya? Tidak salah orang-orang selama ini memanggilnya ‘setan’.

Kyuhyun menatap gadisnya serius kala tawa itu berhenti. “Sooyoung ah—“

“Kyuhyun oppa—“

“…Apa?” ujar Kyuhyun pura-pura kesal dengan tangan dilipat. Mendekatkan wajahnya ke arah Sooyoung yang pastinya membuat wajah gadis itu berubah merah. Sekaligus membuat Sooyoung memundurkan hidungnya beberapa senti tanpa sadar.

“Jadi oppa, kau memilihku…?” tanyanya ragu. Iris menawanya kembali menghasut Kyuhyun. Oh, tidak. Jangan lagi. Perasaan bersalah itu. Bagaimana menghapusnya?

Kyuhyun diam. Ditariknya pergelangan tangan Sooyoung membuatnya berdiri tegak. “Oppa,” katanya.

“Maafkan aku, Sooyoung,” bisik Kyuhyun, bahkan gadis itu mengerutkan alis tidak dengar. “Aku pria bodoh yang tak tahu malu. Tolong maafkan pria ini.”

Sooyoung mengangat alis, memiringkan kepalanya. Jarak wajahnya dengan Kyuhyun sedekat ini tapi suaranya saja tak masuk ke telinga Sooyoung. “Kyuhyun oppa,” panggil Sooyoung sambil menarik lengan Kyuhyun membuat pemuda itu balas menatap Sooyoung.

“Sejak awal aku tidak pernah lari, Sooyoung. Percalayah,” senyum Kyuhyun. “Liat mulutku, baca mataku.”

Kyuhyun menarik napas. Melepaskan seseorang yang tak ingin kau lepaskan itu bukan hal yang mudah. Ia tahu betul hal itu. Tapi bagaimana pun, ini harus terjadi. Ia harus melepas Seohyun.

“Hei, masa kau lupa. Choi Sooyoung, cepat sebutkan nama pacarmu? Berani sekali ia membuat Sooyoung sampai jadi kusut begini wajahnya.” Seru Kyuhyun.

Sooyoung merengut. “Kau pacarku! Tanggung jawabmu membuat wajahku begini. Cepat perbaiki!” balasnya.

“Mau disetrika dulu ya, wajahnya? Eekh, lebih baik kita menonton film dulu, Sooyoung ah. Ya! Choi Sooyoung!”

Dari awal Kyuhyun memang hanya menyukai Sooyoung.

Berkali-kali suara itu terulang dikalimatnya.

Untuk meyakinkan diri sendiri.

F A I T H L E S S

BANGKIT berdiri.

Seohyun tersenyum pada seorang staff yang lewat di hadapanya. Dalam hati mengagumi kerja keras staff kantor yang masih saja bekerja pada jam sembilan malam begini. Apalagi ini hari libur—Minggu.

Gadis itu berjalan menuju pintu belakang kantor dan membuka pintunya. Merasakan angin malam yang segar menggelitik kulitnya di balik celana putih Seohyun. Yang juga mengibarkan rambut hitam lembutnya.

“Seohyun,” panggil seseorang.

Suara yang sudah dihapalnya di luar kepala. Ia membalikan badan dan bertemu pandang dengan Kyuhyun. Masih dengan celana jeans dan kaos putih bergaris hitam. Dengan wajah yang juga sama tampanya.

Seohyun menarik napas dan tersenyum kecil. Bagaimana ia harus bersikap sekarang?

Baiklah. Bersikap normal saja—seolah tidak ada yang terjadi. Jadi gadis itu bergumam, “Sooyoung eonni ke mana?”

“Pulang, diantar manajernya,” sahut pemuda itu. Seohyun mengernyitkan alis. “Kau pacarnya oppa. Kenapa tidak kau antar Sooyoung eonni pulang?”

Kalimat yang meluncur otomatis—yang membuat Seohyun menyadarkan dirinya sendiri bahwa Kyuhyun memang benar-benar pacar Sooyoung.

Sebagai jawaban, pemuda ini hanya terkekeh. Tidak berniat melanjutkan bicara mengenai hal itu.

“Sebelumnya aku ingin berterima kasih. Harusnya di malam sedingin ini kau sudah beku dan jadi es, Seo Joohyun. Bodoh sekali kau menungguku selesai menonton di luar begini” ujar Kyuhyun.

Ia hanya bisa tersenyum. Sekaligus merasakan miris hatinya. “Tapi pintarnya sedari tadi aku menunggu di dalam, oppa,” dan jawaban itu sukses membuat Kyuhyun nyengir dan tersenyum. Begitu juga Seohyun.

Hening panjang.

Berdua dengan Kyuhyun merasakan dinginya malam, entah kenapa membuat hati Seohyun tenang. Pikiranya lancar dan semua terasa baik. Menatap matanya disertai backsound kendaraan malam Seoul semakin meyakinkan Seohyun. Pemuda ini bukan miliknya. Sedari awal memang bukan.

“Baiklah,” dan Kyuhyun terus tersenyum. “Banyak terima kasih untukmu karena sudah berbaik hati menungguku dan Sooyoung selesai menonton film pilihanmu tadi. Dan maaf juga karena kau tidak ikut menonton bersama kami.”

Sekarang sudah menjadi ‘kami’ rupanya.

Seohyun mengangguk mengiyakan. “Sama-sama,” bisiknya.

Kyuhyun mengerjap. “Lusa aku berangkat,” gadis ini mengangguk paham. “Sebenarnya ini sudah kubilang. Sudah kuulang berkali-kali malah. Aku ingin selesaikan masalah ini sebelum pergi dan—“

“—Kyuhyun oppa,” jujur ini pertama kalinya Seohyun memotong perkataan seseorang. Dan itu sukses membuatnya terkejut juga.

Pemuda ini mengangkat wajahnya dan bertatapan denganya. Seohyun tentu tersenyum.

“Aku juga banyak yang ingin dikatakan. Dan waktu satu malam pun tak kan cukup untuk itu,” jelasnya. Kyuhyun terdiam sementara Seohyun menarik napas. “Karena kau akan pergi lama, kita tak kan punya waktu untuk berlatih. Maukah berlatih bersamaku, oppa?”

“Call With All My Heart?”

Seohyun mengangguk. “Maukan?”

Kyuhyun mendengus dan tertawa. “Kau menyanyi saja sendiri. Memalukan bernyanyi di pintu belakang rumah orang tengah malam begini,” ledeknya.

“Kyuhyun oppa,” rengek Seohyun.

Pemuda yang bersangkutan mengangguk diantara tawanya dan melangkah mendekat. Membalikan badan untuk menatap mobil yang berlalu lalang di bawah tangga.

Dikeluarkan ponsel merah mudanya dari saku celana. Beserta headsetnya Seohyun tawarkan untuk Kyuhyun, sementara pemuda itu kembali mendengus.

“Bersama-sama?” ujar Kyuhyun geli, menunjuk headset di genggaman Seohyun.

Ia terpaku, diam dan mengangguk dalam tanpa bicara. Kyuhyun lalu meraihnya dan menggunakanya. Seohyun menyambungkan kabel headsetnya pada ponsel, mencari lagu di sana sambil berujar dalam hati.

Untuk yang terakhir kalinya, oppa. Tolong bersabar.

Gadis itu memejamkan mata. Sekali lagi merasakan wajah dan hatinya menguarkan rasa hangat yang nyaman. Seohyun yakin semua itu karena Kyuhyun. Karena pemuda itu berdiri di sebelahnya, ketika pundak mereka saling bersentuhan.

“Jeongmal ma-eum-eul dahae buleumyeon nugungal mannal su iss-eulkka boho sip-eoseo manh-ibogo ip-eoso nunmul-I nal geos gata—I really like that he calls. Could meet somebody. I want to see, want to see a lot of. I think make me cry*.”

Ia mulai menyanyi.

Suara Seohyun bergetar. Hatinya miris. Dadanya kembali sesak. Oh, Ya ampun. Apa yang terjadi dengan dirinya? Tidak, tidak ada yang perlu ditangisi. Ini memang akan jadi terakhir kalinya Kyuhyun memperlakukanya seperti ini. Setelah itu Seohyun yakin semua akan berubah.

Gadis itu menahan napas. Merasakan kekuatan lirik lagu mengalir sampai ke hatinya.

“Ma-eum-eul dahae buleumyeon ulin mannal su-iss-eo—He calls to mind, we can meet,” Kyuhyun mulai menyanyikan liriknya.

Seohyun mengangkat wajah dan mata keduanya bertemu pandang. Mata itu. Nafas Seohyun seketika sesak. Ketika memandangnya Seohyun tak pernah berhenti merasa nyaman. Oksigen menghianatinya ketika Seohyun sadar ia harus berhenti memandang mata itu dengan cara seperti ini.

“Nigaissneun gos eodideun nae mamdo hamkke iss-eunikka—wherever you are, I hear that because with.”

Dan sekelebat kenangan mengalir di sekelilingnya.

Ketika Kyuhyun tersenyum dan mengajaknya bertaruh atas Sooyoung di lift dulu.

Kala pemuda itu menertawai kebodohanya tidak bisa berteman dengan lawan jenis di pesawat menuju LA.

Kebaikanya menunggu Seohyun syuting sampai selesai. Kecerobohanya menghilangkan—meninggalkan dompet dan ponsel. Tawanya. Senyumnya. Ledekanya. Bahkan cengiran setanya, semua tertata rapi dalam ingatan Seohyun.

“Meon gil-eul feol-eodo, manh-I himdeul-eodo—I walk a long way, also a lot harder,” Kyuhyun membuat tubuhnya berhadapan dengan Seohyun. Sudah masuk bagian reff di mana keduanya diharuskan bernyanyi bersamaan.

Seohyun menarik nafas. Matanya basah membuat pandanganya kabur. Gadis itu tahu suaranya tidak terdengar jelas. Di sini hanya suara Kyuhyun yang terdengar, pemuda itu tahu tapi tak menghentikan nyanyinya.

Kyuhyun mengulurkan tanganya, dengan tangan bergetar dan basah keringat, Seohyun menyambutnya.

“Hamkke issneun deus neukkil su-issneun geol. Uliman gieoghal su-issneun sojunghan sigan issgi ttaemun-e—with what seemed to feel. Between us can remember, because precious time.”

Suara Seohyun hilang. Isak tangis menggantikanya.

Kakinya tak kuat menahan tubuhnya sendiri. Matanya tak bisa melihat. Semuanya basah. Tanganya, matanya, hatinya.

Tangan Kyuhyun dalam genggamanya, membuat nafas dan pikiran Seohyun semakin sesak. Ini terakhir kalinya. Untuk yang terakhir Seohyun menggenggam jemari Kyuhyun seerat ini. Hanya untuk pertama dan terakhir kalinya, biarkan Kyuhyun melihat air matanya bercucuran seperti ini.

“Hamkkeissneun deus neukkil su-iss-eo—I can feel is.”

Kyuhyun akan pergi tapi baru sekarang Seohyun sadari.

Ia menyukainya. Seohyun menyukai Kyuhyun. Suka tawanya, senyum evilnya, suka suaranya. Semua. Dan Seohyun akui ini karena ia akan melepas Kyuhyun pergi.

Lagu selesai.

Seohyun menghela napas kala Kyuhyun melepas genggaman tanganya. Pemuda itu menelan ludah dan menatapnya. “Seohyun ah,” bisik pemuda itu.

Gadis yang bersangkutan tersenyum kecil. Sesenggukan sambil mengusap air mata di pipinya, di matanya. Bibirnya masih bergetar. Headset itu masih bertautan.

Ketika lagu berakhir, ceritanya pun akan ikut terhenti. Ini saatnya. Seohyun, kau harus melepasnya pergi.

Diusap kembali wajahnya untuk menghilangkan bekas tangis, sebelum mengangkat wajah dan kembali bertatapan dengan Kyuhyun. “Maaf, aku menangis,” ujarnya kecil.

Tidak kentara tapi Kyuhyun mengangguk kecil, memahami. Seohyun menghargai Kyuhyun yang tidak berusaha memeluknya atau menenangkan tangisnya. Pemuda itu jelas menghormati Sooyoung.

Akhir dari cerita Seo Joohyun dan Cho Kyuhyun.

Gadis manis ini tersenyum dan, “Selamat tinggal, Kyuhyun oppa,” isaknya.

F A I T H L E S S

Flashback

“—Maaf. Tadi itu tidak sengaja. Permisi,” bisik Seohyun kecil. Pemuda di hadapanya diam.

Gadis itu berlari dan dilihatnya Hyeoyeon menggerak-gerakan tanganya menyuruh ia cepat datang. “Makanya kalau jalan itu lihat-lihat. Jadi nabrak orang, kan,” Hyoyeon menunjuk pemuda dengan kemeja abu-abu celana hitam di ujung studio.

“Maaf, eonni. Tadi itu tidak sengaja,” ringis Seohyun, tersenyum menenangkan ke arah kakaknya. “Ya, sudah. Ayo cepat,” giring Hyoyeon ke tengah studio.

Semua member—pas, seluruhnya—berdiri di tengah studio untuk syuting video terbaru mereka kala itu, Kissing You. Syuting pertama seluruh member bernyanyi di tengah didampingi lolipo warna-warni di tangan. Mereka semua mengenakan baju putih.

Gambar berikutnya diambil berdampingan bersama Donghae. Karena jumlah gadis-gadis ini ganjil, jadi hanya Tiffany yang berpasangan dengan pemuda itu. Selebihnya bertiga-tiga dengan Donghae. Contohnya saja Sooyoung dan Seohyun, yang diarahkan untuk syuting di atas dua buah mainan kuda—atau sapi—atau apalah.

Keduanya sudah duduk di masing-masing kuda, siap untuk diambil gambarnya sementara member lain beristirahat sekaligus menyiapkan pengambilan gambar berikutnya.

“Ayo, mulai!” arahan dari sutradara terdengar ke seluruh pelosok studio. “Satu.. dua—“

“—Eh, tunggu! Tunggu sebentar, Kim PD,” potong stylist yang muncul tiba-tiba dari sisi lain studio. Tempat gadis-gadis ini mengganti pakaian.

Sutradara ini berdecak, jelas mengungkapkan kemarahanya seraya berkata, “Ada apa?”

“Sooyoung-ssi dan Seohyun-ssi, baju yang mereka kenakan ertukar,” jelas wanita ini. Bukan hanya Sutradara, Sooyoung dan Seohyun—juga staff dan member lain—mengangkat alis tak paham jadi wanita itu mengulang.

“Sooyoung-ssi harusnya mengenakan pakaian yang dipakai Seohyun-ssi sekarang ini, begitu juga sekaliknya,” katanya.

Sooyoung mengangguk paham. “Jadi harusnya Seohyun mengenakan baju pink ini?” tanyanya. Stylist itu mengangguk senang. “Baiklah. Ayo kita tukeran baju, Seohyun ah. Kajja,” ajaknya.

Ditariknya pergelangan Seohyun menuju ruang ganti. Dan ketika mereka ke luar, saat itulah Kyuhyun menjuk gadis baju biru.

Gadis yang bajunya tertukar.

End of flashback

.

.

End.

Ada yang nggak ngerti, ya? Kalau masih kurang paham dengan alurnya boleh ditanyakan, karena jelas fanfic ini banyak sekali kekurangan—didukung dengan banyak sekali flashback di atas ._.

Menyelesaikan faithless rasanya kayak membayar hutang yang lama terlupakan. Dan sekarang sudah selesai, meskipun dengan cacat di sana-sini, entah kenapa saya merasa benar-benar puas J

Buanyaaaak terima kasih nih yang udah mau baca, dan terutama yang udah nunggu sampai chapter terakhir ini kelar. Udah hampir setahun lo faithless ini, hahhaha =p btw kalau ada yang menanti sekuel sedang saya usahakan. Tapi untuk sekuel itu saya rasa bakal full seokyu aja, kheheh. Untuk muasin rasa sayang saya buat seokyu juga :*

untuk semua readers, yang namanya nggak bisa—dan nggak cukup kusebutkan satu per satu. Sekali lagi terima kasih. Terima kasih banyak, I love you! ❤

KAMSAHAMIDA! *deep bow*

Ninischh

Iklan

55 thoughts on “FAITHLESS 7 [When The Day Ends]”

    1. wah, nggak bisa gitu dong ya. alur ini diatur oleh author, jadi terserah author mau nulisnya gimana dong hehehhe

      sekuelnya di tunggu yaaa, makasih sebelumnya karena sudah baca sampe akhir. seneng banget nih, hhehehe. thanks yaaaa *deep bow*

  1. Hoooooo akhirnya selesai, meskipun endingnya bukan seokyu -secara fisik- tapi aku tahu ko, kyu sukanya emang sama seohyun ko 😉
    aku ngerti saeng, seneng deh kalo FF kaya gini, ga bisa ketebak hehe.
    ayo bikin sekuel ^^

    1. halo eonni, maaf baru bales sekarang yaaa :3
      maaf kalau endingnya mengecewekan, sudah terlalu lama ini terbengkalai jadi bingung juga gimana mau nentuin endingnya. eonni juga tuh, cepet selesein dong mldr nyaa, hehhe aku menunggu lho.

      makasih banyak udah baca sampe akhir ya eonni. thankyouuuu *deep bow*

    1. awalnya yang berbaju biru itu seohyun. tapi udah gitu mereka tukeran baru, jadi kyuhyun salah sangka. dia salah orang, hehhe
      maaf kalau agak ribet yaa :3

      btw thaanks hunn udah mau baca sampai akhir begini. beribu terima kasih untukmuu hehhe *deep bow*

  2. wah gua udah ada pencerahan dikit deh keknya,jd ceritanya nih yg kyu suka itu seo kan?gadis bj biru yg kyu maksud itu seo kan, yang sebelum dia tukeran sm soo,,,

    1. iyaapss yang disukai kyuhyun itu seohyun, tapi dia salah orang, jadi salah sangka. susah dimengerti ya? hehhe maaf :3

      well, makasih udah mau baca sampe akhir ini. makasih banyak yaaaaa hehehhehe *deep boww*

  3. aku ngrti nis. Klu yg kyu suka itu seo krn bjnya ketuker. Tapipas aku baca “Dan saat mereka Keluar,Kyuhyun menjuk Gaddis berbaju biru.Brarti,yg dimaksud Kyu itu bener2 soo dong? Kan abis mereka Keluar yg pke Baju biru si soo? Ehh ntah lah u,u

    Finally tamat juga u,u
    Ending Kyuyoung,tapi aslinya seokyu. Hebat ceritanya u,u
    Ya maklumlah kamunya wires,jadi buat Kyuyoung jadi endingnya Aja udah kerennn;3 meskipun rada nyesek gimanaa gitu xD

    Semangat UTS buat kita yg satu SEOlah ya *sekolah.-.

    1. owwh yeah oi rim, hahahha maaf baru kubalas komenmu sekarang ya, wajar orang sibuk *eh ._.

      maaf juga kalau endingnya kurang memuaskan. aku berusaha netral tapi susah juga ya, hehhe. btw thaanks for reading ya. sudah mengikuti sampai akhir ini penghargaan besar buatku. thank you sayyy *deep bow*

  4. oh trnyata dri awal kyu du suka ma seo, tpi gra” tukeran bju jd kyu ngira sooyoung… seo ksiannn.. eon buat kyu cprt ska ma seo dong. aq g tega liat seo kyk gtu #asekk

    1. iyaps, betul banget. karena mereka tukeran baju itulah bikin kyuhyun salah sangka. seohyun kasian ya? hahha kasian authornya doong haha ._.

      iya, mau ada sekuelnya ini. ditunggu ya, oke? hehhe. makasih udah mau ngikutin sampe akhir, ya. aku seneng banget nih, hehhhe. thank youu yaaa *deep bn

    1. iyaa, sengaja endingnya dibuat kyuyoung, jadi nanti ada sekuel baru isinya seokyu.

      thanks yaa udah mau baca sampe sini. saya sneeng banget nih hehhehe. makasih yaaaaaaaa *deep bow*

      1. samaa2 thor hehehe, sbnrny aku jrg coment di ff *uppppsss tp khusus ff-mu selalu ku komentari dan kupujikrn menarik bgt hehehe

  5. Oh jadi gtu org yg menabrak kyu adlh seo tp karna seo & soo tkerin bju dia kira gadis itu soo. Bt sequelnya chingu kyu oppa hrus thu sbenarnya gadis yg dia ska itu sebenarnya seo

    1. iyaaps, bener banget, hehhe. iyaa dari awal emang dia sukanya seohyun, cuman dia bingung dan ragu. :3

      well, thank you for reading sampe sini, yaaa. aku seneng banget nih, hehhehe. makasih ya saaay *Deep bow*

    1. mau gimana lagi? sudah ending kok hehhe, maaf ya.

      well, karena ada sekuelnya mohon ditunggu, ya. dan terima kasih juga karena sudah mau membaca faithless sampai sekarang. thankyouuu :3 *Deep bow*

  6. sumpah nyeseeeekkk !!!
    bener-bener ending yang gak terduga .
    si kyuhyun sebenernya suka seohyun kan ? iya kan ? iyaa kaaaannn ? *stres
    sumpaah ,mewek gile bacanya.
    kadian banget seohyun unnie .
    pokonya wajib sequel !!!

    1. kasian Seohyun… hahha. iyaaps, dari awal memang yang disukainya Seohyun. tapi di sini saya rasa lebih cocok dibuat endingnya dengan Sooyoung aja.

      sebelumnya makasih banyak ya, sudah membaca ff ini sampai ending. beribu terima kasih untukmuuu 🙂 *Deep bow*

  7. Kyuhyun oppa pabo..bener2 pabo #dikeroyok sparkyu
    Kenapa Kyu cm ingat “Baju biru. Senyum malaikat. Choi Sooyoung.”? Knp ga ingat wajahnya? Jadi salah paham deh. Susah mau nyalahin siapa. Donghae, si stylish ato baju biru pembawa masalah? Haaah takdir benar2 mempermainkan mereka.
    Sedih bgt wkt baca part SeoKyu di akhir. Aku sampai terbawa sm critanya. Tp paling ga, Seo sdh menyadari perasaannya. Tinggal nyadarin Kyu aja nih.
    FF-nya daebak chingu. Ditunggu sekuelnya ya 🙂

    1. haloo, wah komentarmu membakar semangat saya nulis, nih, hahhha. sebenarnya nggak ada yang bisa disalahkan, karena semua tokohnya berbuat salah. manusia memang makhluk yang sering membuat kesalahan, kan? jadi wajar dong 😉

      well, gomawo yaaa udah mau baca sampai part 7. saya seneng banget masih ada yang menunggu ini. thankyouu sayaang *Deep bow*

  8. yahh endingnya ngegantung.. bikin sequelnya yahh…
    owalah ternyata baju biru itu seo sblum tukeran baju yaa…
    yg part terakhirnya jadi ikut2an mewek… daebakkkk

    1. iyaa, kan seohyun sama sooyoung di sini tukeran baju, hehhehe.

      makasih udah mau baca faithless sampai ending ya, dear. hanya dengan seutas komentar aja saya udah seneng luar biasa, hehhe. thankyouu so much *Deep bow*

  9. Aku mengerti emang sebenernya kyu itu sukanya sama seo ya kaaan?
    Haha
    Iya chingu sequel,masa kyu sama soo hehe,seonya gimana?
    Haha
    Laaaanjjjuuut

    1. iyaaps, bener banget. emangnya kyuhyun nggak boleh pacaran sama sooyoung? kan ini cuman fanfic hahha *ups

      well, thankyouuu udah mau baca sampai sini, ya. apresiasimu saya hargai. makasih banyak saaay *Deep bow*

  10. keyeeen!! ciyuuss!! enelaaan!!
    bersediakah author chingu membwt sequelnya?? *puppy eyes*

    waiting 4 sequel!!
    seokyu..author chingu..hwaiting!! ^^9

  11. Kyu kasian ya bisa pacaran ma orang yg salah sei eon juga kasian cinta gk bisa terbalaskan pokoknta seokuyu kasihan dia gak bersatu cuma gra2 salah alamat *ayu ting- ting kali

    Eon yg cantik buat sequel ya 🙂 jng lma2 nanti aku lumutan.hehehe

    1. salah alamat, hahhha ._. tapi betul juga sih.

      untuk sekuel, mohon ditunggu aja yaaa, hehhe. well, makasih udah mau baca sampai sini, seneng banget puya readers yang setia nungguin hehhe. thankyouuu sayyy *deep bow*

  12. hiks. . . hiks. . . kok gini endingnya? T_T tema kasih tak sampai siy udah sering baca, tapi klo yang ini nyesek banget.
    sepertinya perlu sequel yang bisa memperjelas niy

    1. haloo, iyaa rencananya memang mau ada sekuel, mohon ditunggu yaaa.

      well thankyouuu for reading until this! beribu terima kasih untukmu, karena sudah mau baca dan menunggu sampai chapter terakhirr. thankyouuuu *deep bow*

  13. annyeong… ^^v
    aku muncul lagi disini.
    sekali lagi aku tegasin,,, “aku cuma mau menghargai karya orang lain”
    untuk author,, ditunggu sequelnya. Y^-^Y

  14. Miris nyesek, air mata keluar gak mau berenti,,, ini salah siapa??? Kyu pabo,,, masak gak bisa ngenalin sih senyum manis seo pasti beda Đό̲°˚˚ºηƙ ama senyum soo,,, mau nyalahin donghae oppa juga rasa’y. Gak adil donghae oppa kan juga gak tau cew yg sebelum’y nabrak kyu siapa,,,, jadi ini salah siapa???????????????? Kyu beneran nih Ūϑåћ fix milih sooyoung??? Gimana ama seohyun?????
    Berharap. Sequel’y segera di publish ∂ɑπ gak mengecewakan khusus’y untuk kami seokyu shipper,,,,,,

    1. Hei, Sushi Widdy. wah pertama mau ngucapin terima kasih, buanyaaak terimakasih karena kamu udah baik banget mau komen hampir semua ffku. thankyou dearr, i love youu muah!

      heheh dan untuk faithless ini, rencananya bakal ada sekuel, tapi belum tahu kapan. keep waiting, okey? nice to meet you, before. seneng banget ketemu reader seperti mu. one again, i love you! keep coming, yaaa

      1. I love you too ​☺Hë•⌣•hë•⌣•Hë•⌣•hë☺ apa lagi tar sequel’y dibikin seokyu makin lope lope deh ma author’y, biasa jiwa shipper sering menguasai jiwa ∂ɑπ raga saya ^^ , >̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴͡ ☺kε saya bakal setia menanti kok sequel’y keep writing yaa,,,,
        Kalo soal komen itu buat menghargai karya author yg Ūϑåћ mau susah2 bikin krya yg bisa saya nikmati sebagai pembaca,,, saya hobi baca ∂ɑπ baca di blog kan gratis jadi komentar itu bayaran’y ​☺Hë•⌣•hë•⌣•Hë•⌣•hë☺ biar author’y tetep semangat berkarya 😀 jadi saya bisa tetep bisa baca SEMANGAT yaaaaaaa 😀

  15. thor, ceritanya daebak banget………..!!!
    tapi, kenapa terakhirnya kyuyoung sih….
    hiks…. hiks… hiks…. sedih banget………
    ternyata kyuhyun sebenarnya dari awal sukanya sama seohyun bukan sama sooyoung……..
    ditunggu sequelnya thor……… b^^d

  16. astaga
    ublek2 blok nyari ff faithless ternyata disini
    ini sama kayak yang di’post di sm town’kan?
    Sumfah nyesek nyes banget
    bukannya saya lebai, tp emang ceritanya bagus banget
    gak kebayang kalo real

  17. hadeuuhh… bela belain baca FF ini sampe jam 0:46 .. sebenernya agak nyesek sih kyuyoung… tapi.. seneng bangett, karena FF ini … hati kyuhyun oppa hanya untuk seohyun eonni.. COss.. yg dibilang cantik itu Seohyun eonni kan?? 🙂 Daebakk eonn..!! 😀 .. ada kata nyesek.. ada kata seneng.. 🙂 FF yg keren…

Mind to give me some advice?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s